KARAWANG TAMPAHAN.COM– Warga Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, kini tak perlu lagi memutar jauh saat hendak menuju Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya.
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda yang dibangun Kodim 0604/Karawang membuat akses kedua wilayah tersebut menjadi lebih dekat. Sebelumnya, warga harus menempuh jalur memutar hingga sekitar tiga kilometer.
Jembatan sepanjang kurang lebih 90 meter dengan lebar 1,5 meter itu kini menjadi jalur alternatif bagi warga untuk beraktivitas, mulai dari pergi ke sekolah, pasar, hingga menuju lahan pertanian.
Jembatan tersebut resmi diresmikan Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Dandim 0604/Karawang Letkol Infanteri Nanda Siswanto, Kapolresta Karawang dan sejumlah stakeholder, Senin (10/8/2026).
Dandim 0604/Karawang Letkol Infanteri Nanda Siswanto mengatakan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari empat pembangunan jembatan yang dilakukan Kodim 0604/Karawang.
Dua di antaranya telah rampung di wilayah Kecamatan Jatisari. Salah satunya merupakan jembatan baru yang menghubungkan wilayah Jatisari dengan Tirtamulya.
“Ini menghubungkan Kecamatan Jatisari dengan Kecamatan Tirtamulya. Sebelumnya warga harus memutar kurang lebih tiga kilometer, terutama anak-anak sekolah dan para petani,” ujar Nanda.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat yang selama ini terkendala akses penghubung antarwilayah.
Bagi warga, perubahan itu kini mulai terasa. Salah seorang warga Desa Kalijati, Amin, mengatakan akses menuju pasar menjadi lebih dekat karena tidak lagi harus mengambil jalur memutar.
“Ya, alhamdulillah, akses jalan masyarakat untuk ke pasar itu lewat Cikampek. Dari sini lebih dekat karena tidak terlalu muter,” kata Amin.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengapresiasi pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, jembatan bukan sekadar menjadi penghubung dua wilayah, tetapi juga membuka akses baru yang dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan sudah terbangunnya jembatan, akses masyarakat mulai terbuka. Masyarakat bisa lebih mudah melakukan aktivitas perekonomian maupun mobilisasi sehari-hari,” ujar Aep.
Jembatan tersebut dibangun dalam waktu sekitar dua bulan. Pemkab Karawang juga berencana melanjutkan pembangunan akses pendukung di sekitar jembatan, termasuk jalan usaha tani dan jalan yang dapat menunjang mobilitas masyarakat.
“Nanti akan kita selesaikan jalan usaha tani, termasuk ke depannya akses jalan untuk masyarakat. Itu menjadi pekerjaan rumah kami,” kata Aep.
Kini, bagi warga Kalijati dan Kamurang, jembatan sepanjang 90 meter itu membawa perubahan yang cukup berarti. Jarak yang sebelumnya harus ditempuh dengan memutar hingga tiga kilometer, kini dapat dipangkas melalui akses penghubung baru.
Selain memudahkan pelajar dan petani, keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di kedua wilayah IKA