Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Anggaran dana bos SMPN 3 Cibitung ratusan juta pemeliharaan 2025/2026 kepala dinas ,inspektorat perlu pengecekan

Selasa, 25 Agustus 2026 | Selasa, Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T02:05:23Z

 KABUPATEN BEKASI  Tampahan  COM – Kondisi fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) atau toilet di lingkungan SMP Negeri 3 Cibitung, Kabupaten Bekasi, kini menjadi sorotan serius. Berdasarkan hasil investigasi dan kunjungan langsung tim redaksi ke lokasi, fasilitas vital tersebut terlihat sangat kotor, tidak terurus, dan banyak bagian yang rusak parah seolah dibiarkan begitu saja dalam waktu lama.
 
 

Sekolah yang beralamat di Jalan Ir. Soekarno-Hatta, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi ini menampung lebih dari 1.100 siswa, namun kondisi sarana dan prasana tidak layak  pendukung kegiatan belajar mengajar yang paling dasar justru jauh dari standar kelayakan. Terlihat jelas kerusakan pada saluran air yang tidak berfungsi, lantai yang berlumpur dan becek, hingga bangunan yang mulai lapuk 

 

 



dan tidak higienis.
Di duga kuat adanya dana bos tahun ketahun di korupsi ,tahun 2024 
( 201,750,00+138,586,300) Tahun 2025 
( 67,780,000+ 282,975 380) Ada pun2026 belum terlihat kegiatan adanya dana bos di gunakan pasilitas pemeliharaan ( Sapras )
 
Kondisi yang memprihatinkan ini memicu pertanyaan besar dari masyarakat, orang tua wali  murid, dan awak media terkait realisasi serta transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS), khususnya pada pos anggaran pemeliharaan dan perawatan sarana prasarana. Pasalnya, sekolah ini secara rutin menerima alokasi dana operasional termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang di dalamnya mencakup biaya perbaikan dan pemeliharaan fasilitas sekolah.
 
"Bagaimana mungkin fasilitas yang digunakan ribuan  siswa setiap hari bisa dibiarkan rusak dan kotor begini? Padahal anggaran untuk pemeliharaan ratusan juta di glongorkan dana bos pertahun  sudah seharusnya tersedia. Ini yang kami tanyakan, ke mana alokasi dana tersebut digunakan?" ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
 
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi toilet , selain itu bagian kantor pustakaan gedung pun terlihat kurang pengecatan atau pemeliharaan  yang tidak layak dikhawatirkan berpotensi menimbulkan masalah tidak nyaman belajar  bagi para siswa dan tenaga pendidik. Ironisnya, hal ini terjadi di tengah upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan pemenuhan standar fasilitas sekolah yang aman, bersih, dan sehat.
  
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola sekolah belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan kondisi fasilitas tersebut maupun penjelasan rinci mengenai realisasi anggaran perawatan sarana prasarana yang tertuang dalam APBS. Tim redaksi akan terus memantau perkembangan permasalahan ini dan menunggu penjelasan terbuka dari pihak terkait demi kejelasan serta kepentingan bersama, khususnya para siswa yang berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
 
 (Red)

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.