PADANGSIDIMPUAN, tampahan.com - Upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba tidak dapat dibebankan kepada aparat penegak hukum semata. Keluarga menjadi benteng pertama, sementara kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar upaya pencegahan berjalan hingga ke lingkungan terkecil.
Semangat itulah yang mengemuka dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Padangsidimpuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor TP PKK Kota Padangsidimpuan, Kamis ( 30/07/2026 ).
Melalui kerja sama ini, BNN dan TP PKK berkomitmen memperkuat Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui edukasi, sosialisasi, serta pemberdayaan keluarga hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Ketua TP PKK Kota Padangsidimpuan, Ny. Masroini Letnan Dalimunthe, menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus menjadi awal dari gerakan nyata yang melibatkan seluruh kader PKK.
"Kerja sama ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Dengan kekuatan kader PKK di 79 desa dan kelurahan, kita harus memulai pencegahan dari keluarga, lingkungan sekitar, hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Wali Kota Padangsidimpuan yang diwakili Sekretaris Daerah Rahmat Marzuki Nasution, SH, MH, CGCAE, menyampaikan apresiasi atas terbangunnya sinergi antara BNN dan TP PKK dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai garda terdepan melawan narkoba.
"Penyalahgunaan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kerja sama ini harus diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan keluarga," katanya.
Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Tapanuli Selatan, Basten Simamora, SH, MH, menilai pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
"Program P4GN tidak bisa dijalankan sendiri oleh BNN. Dibutuhkan sinergi semua pihak, termasuk PKK, agar edukasi bahaya narkoba dapat menjangkau keluarga, sekolah, dan masyarakat secara berkelanjutan," ungkapnya.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi yang semakin memperkuat peran keluarga dalam membentengi anak-anak dari bahaya narkotika sekaligus memperluas gerakan pencegahan hingga ke seluruh wilayah Kota Padangsidimpuan, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.( Samsul Hasibuan )
