Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pelajar SD Meninggal Dunia di Pantai Balongan Indah, Pengelola Berdalih Korban Tak Miliki Tiket

Minggu, 14 Juni 2026 | Minggu, Juni 14, 2026 WIB Last Updated 2026-06-14T05:25:59Z

​INDRAMAYU, tampahan.com – Peristiwa nahas menimpa seorang pelajar kelas 6 Sekolah Dasar (SD) yang dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di objek wisata Pantai Bali (Balongan Indah), Indramayu, pada Rabu (26/10). Tragedi ini kini memicu polemik keras terkait tanggung jawab pihak pengelola wisata. Minggu (14/6/2026). 


​Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban datang ke area pantai bersama empat orang teman sebayanya untuk berenang. Diduga akibat kurangnya pengawasan serta ketidakmampuan korban dalam berenang, korban tiba-tiba terseret arus laut yang cukup kuat saat berada di area yang cukup dalam.


​Melihat korban kesulitan, rekan-rekannya sempat mencoba meminta pertolongan. Tim rescue atau penjaga pantai yang sedang bertugas di lokasi segera melakukan tindakan penyelamatan darurat dan berhasil mengevakuasi korban dari air.


Pasca-kejadian, mencuat dugaan adanya kelalaian dari sisi pengelola wisata dalam menjamin keamanan pengunjung. Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi di lokasi kejadian, pihak pengelola cenderung tertutup. Perwakilan pengelola tampak enggan memberikan keterangan resmi dan memilih bungkam saat dicecar mengenai prosedur standar operasional (SOP) keamanan pantai pasca-insiden tersebut.


​Namun, di luar sikap tertutup tersebut, pihak pengelola sebelumnya sempat menepis tudingan kelalaian dengan dalih bahwa kelima remaja tersebut, termasuk korban, diduga masuk ke area pantai tanpa melalui jalur resmi atau tidak memiliki tiket masuk. Atas dasar itulah, pihak pengelola menyatakan tidak memiliki tanggung jawab moral maupun hukum atas insiden tersebut.


​Herman, kakak Ipar korban, mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpa adiknya. Ia menolak keras alasan yang disampaikan pihak pengelola wisata dan menuntut keadilan bagi almarhum.


​"Kami sebagai keluarga tidak terima dengan alasan pengelola yang lepas tanggung jawab hanya karena masalah tiket. Nyawa adik saya melayang, dan ini terjadi di area pantai mereka. Kami meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan, mengusut tuntas penyebab kejadian ini, dan memberikan keadilan yang setimpal. Jangan ada pembiaran atas kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang," tegas Herman dengan nada menuntut.

​Pandangan Hukum


Menanggapi argumentasi pihak pengelola yang melepas tanggung jawab dengan alasan ketiadaan tiket, pakar hukum Hasto Kristianto, S.H., menegaskan bahwa hal tersebut tidak serta-merta menggugurkan kewajiban pengelola.


​"Pernyataan bahwa pengelola lepas tangan karena korban tidak memiliki tiket adalah alasan yang sangat lemah secara hukum. Dalam prinsip pengelolaan objek wisata, pengelola memiliki kewajiban mutlak untuk memastikan keamanan seluruh area di dalam wilayah operasionalnya, terlepas dari bagaimana pengunjung masuk. Jika ada area berbahaya yang tidak terawasi atau tidak dipasangi rambu peringatan yang memadai, maka itu adalah bentuk nyata kelalaian pengelola (negligence)," tegas Hasto.


​Hasto menambahkan bahwa operasional tempat wisata diatur oleh standar keamanan yang bersifat umum. 


"Pengelola wisata tidak bisa memilah-milah perlindungan keselamatan pengunjung berdasarkan tiket. Jika tempat tersebut adalah area publik atau dikelola secara komersial, maka nyawa manusia tetap menjadi prioritas utama. Ketidakadaan tiket tidak membenarkan pengelola untuk membiarkan pengunjung celaka tanpa tindakan pencegahan yang memadai," tambahnya.


​Tindakan Medis dan Penyerahan ke Pihak Keluarga

Setelah berhasil dievakuasi, korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa dilarikan oleh petugas menuju RSUD Indramayu untuk mendapatkan pertolongan medis intensif. 


Namun, meski tim dokter telah berupaya melakukan penanganan maksimal, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga.


​Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua dan pengelola wisata terkait pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak.(TOMi Susanto)

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.