Isu(TAMPAHAN.COM) yang menyebut sejumlah gerai Alfamart dan Indomaret di Kabupaten Karawang tutup akibat menjamurnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mencuat di tengah masyarakat. Menanggapi hal itu, Bupati Karawang @aep_syaepulohse menegaskan penutupan usaha merupakan keputusan bisnis perusahaan dan tidak bisa langsung dikaitkan dengan keberadaan koperasi desa.
Saat ditemui di Kantor Pemerintah Kabupaten Karawang, Senin (1/6/2026), Aep menjelaskan bahwa penutupan gerai ritel modern merupakan keputusan bisnis yang lazim dilakukan perusahaan apabila operasional usaha dinilai tidak lagi menguntungkan.
Menurutnya, setiap pelaku usaha memiliki pertimbangan tersendiri dalam menjalankan bisnis. Ketika sebuah usaha mengalami kerugian atau tidak mencapai target yang diharapkan, perusahaan dapat memilih untuk menutup gerai yang dianggap tidak produktif.
Aep menilai penutupan sejumlah gerai ritel modern di Karawang tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan keberadaan maupun perkembangan Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini mulai tumbuh di berbagai wilayah.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Karawang tetap mempertahankan kebijakan pembatasan izin ritel modern di wilayah pedesaan hingga dusun. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya menjaga keberlangsungan usaha perdagangan masyarakat kecil yang selama ini menjadi penggerak ekonomi lokal.
Ia mencontohkan pernah terjadi penolakan masyarakat terhadap masuknya ritel modern ke wilayah dusun di Desa Gintungkerta. Saat itu, warga dan pelaku usaha setempat menilai keberadaan toko modern berpotensi memengaruhi aktivitas perdagangan yang telah berjalan lama di lingkungan tersebut.
Pemkab Karawang, lanjutnya, berkomitmen memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro dan pedagang tradisional agar tetap dapat berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Karena itu, pemerintah daerah menegaskan bahwa kebijakan perlindungan terhadap usaha kecil di pedesaan tetap berjalan, sementara keputusan penutupan gerai ritel modern merupakan bagian dari dinamika bisnis yang menjadi kewenangan masing-masing perusahaan.
Reporter:(IKA)
