Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

OJK Gandeng KADIN dan HIPMI Padangsidimpuan Edukasi UMKM Soal SCF

Sabtu, 19 Juli 2025 | Sabtu, Juli 19, 2025 WIB Last Updated 2025-07-19T14:47:37Z

PADANGSIDIMPUAN, tampahan.com -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Sosialisasi Alternatif Pendanaan Melalui Pasar Modal Bagi Sektor Usaha Daerah”, Sabtu ( 19/07/2025 ), bertempat di Hotel Mega Permata Padangsidimpuan. Acara ini menjadi momentum penting untuk membuka wawasan pelaku UMKM terkait potensi pembiayaan usaha melalui pasar modal.


Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain perwakilan OJK Sumut, narasumber dari Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALuDI) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut, pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Padangsidimpuan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta sejumlah pelaku UMKM.


Mewakili Wali Kota Padangsidimpuan, Asisten II Rahuddin Harahap dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai sosialisasi tersebut sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha lokal.


“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada OJK dan KADIN Padangsidimpuan sebagai mitra aktif pemerintah. Kota ini memiliki potensi besar sebagai sentra dan destinasi usaha. Semoga acara ini membuka peluang baru bagi UMKM agar semakin berkembang,” ujar Rahuddin.


Ketua KADIN Padangsidimpuan, Julpan Tambunan, dalam sambutannya juga menekankan pentingnya pemahaman pelaku usaha mengenai peluang pembiayaan melalui pasar modal. Ia menegaskan bahwa pasar modal bukan hanya untuk perusahaan besar, namun juga terbuka bagi UMKM yang siap dan terstruktur.


“Kami di KADIN siap mendampingi pelaku usaha yang ingin naik kelas, termasuk membangun jejaring dengan OJK, BEI, dan asosiasi lainnya. Dari kota kecil seperti Padangsidimpuan pun, bisa lahir perusahaan besar bila ada kemauan dan kesiapan,” tegas Julpan.


Materi Sosialisasi: SCF dan Inkubator Pasar Modal


Dalam paparannya, Budiman Indrajaya dari ALuDI menjelaskan bahwa pemodal (investor) memiliki berbagai kesempatan untuk menanamkan dana mereka melalui skema Securities Crowdfunding (SCF). Penawaran dilakukan dalam jangka waktu 40 hari, dan legalitas pelaku usaha menjadi perhatian utama investor.


Sementara itu, perwakilan BEI Sumut, Pintor Nasution, mengungkapkan bahwa jumlah investor pasar modal di Indonesia hingga Juni 2025 telah mencapai 16,69 juta orang. BEI juga memiliki tiga jenis papan pencatatan: papan utama, papan pengembangan, dan papan akselerasi.


“Kami juga menyediakan IDX Inkubator yang khusus mendampingi UMKM agar bisa melantai di bursa dan masuk ke papan akselerasi,” jelas Pintor.


Dialog Interaktif: Peran OJK dan Perlindungan bagi UMKM


Dalam sesi tanya jawab, Erwinsyah Harahap, anggota KADIN Padangsidimpuan, menanyakan cara mengakses daftar penyelenggara SCF yang telah berizin. Budiman Indrajaya menjawab bahwa informasi tersebut bisa diakses melalui situs resmi ALuDI.


Menanggapi kekhawatiran tentang potensi penipuan, perwakilan OJK Sumut, Marina Manaur Sianipar menegaskan bahwa OJK memiliki mekanisme pelaporan dan perlindungan bagi UMKM. Masyarakat dapat menghubungi kontak 157 atau melalui aplikasi resmi untuk melaporkan dugaan penipuan.


“Kami mendorong UMKM agar tetap waspada dan selektif terhadap penawaran investasi. OJK akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat,” tutup Marina.


Acara ini diakhiri dengan harapan bersama agar sinergi antara OJK, KADIN, dan para pelaku usaha dapat terus diperkuat untuk mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing tinggi di era ekonomi digital dan keterbukaan finansial. ( Samsul Hasibuan )

×
Berita Terbaru Update