KABUPATEN BEKASI, ,,Tampahan COM — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan setelah muncul keluhan dari sejumlah warga penerima manfaat terkait menu makanan, kesesuaian anggaran, dan transparansi penyediaan makanan oleh SPPG Setiajaya #002.
Program MBG yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tersebut bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Dalam pelaksanaannya, kualitas makanan, kecukupan gizi, serta transparansi penggunaan anggaran menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala SPPG Setiajaya #002, Muhammad Agus Riady, menjelaskan bahwa harga menu yang disediakan selama ini relatif stabil dan menyesuaikan dengan kondisi harga di pasaran.
“Kalau terkait harga, alhamdulillah masih stabil, tidak ada kenaikan, walaupun ada penurunan sesuai dengan harga pasaran. Seperti biasa, Rp8.000 untuk kelas kecil dan Rp10.000 untuk kelas besar,” ujar Muhammad Agus Riady saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).
Ia juga menyatakan bahwa penyusunan anggaran menu telah melalui perhitungan internal dan didukung dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB). Menurutnya, komposisi menu yang disajikan turut disusun berdasarkan pengaturan ahli gizi.
“Menu besar kita sudah sesuai anggarannya karena kita ada perhitungannya dari akuntan kita dan ada bukti RAB-nya juga. Perhitungan gizi juga sudah diatur oleh ahli gizi yang mengatur menu selama seminggu,” jelasnya.
Di sisi lain, berdasarkan penelusuran awak media di lapangan, muncul pertanyaan mengenai kesesuaian antara anggaran yang diperhitungkan dengan makanan yang diterima oleh para penerima manfaat.
SPPG Setiajaya #002 disebut menyalurkan sekitar 2.400 ompreng makanan, yang terdiri atas kategori porsi kecil dan besar. Distribusi tersebut mencakup sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga kelompok anak usia dini lainnya.
Sejumlah warga penerima manfaat juga menyampaikan keluhan terkait menu makanan yang diterima serta perlunya keterbukaan informasi mengenai pengelolaan anggaran program MBG.
Meski demikian, penilaian terhadap kesesuaian anggaran dan kualitas menu perlu didasarkan pada pemeriksaan dokumen RAB, rincian komponen biaya, standar porsi, kandungan gizi, serta hasil verifikasi terhadap makanan yang didistribusikan.
Penelusuran Masih Berlanjut
Hingga berita ini disusun, penelusuran terkait pelaksanaan program MBG di SPPG Setiajaya #002 masih terus dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap.
Penulis: aceng
Program MBG yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tersebut bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Dalam pelaksanaannya, kualitas makanan, kecukupan gizi, serta transparansi penggunaan anggaran menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala SPPG Setiajaya #002, Muhammad Agus Riady, menjelaskan bahwa harga menu yang disediakan selama ini relatif stabil dan menyesuaikan dengan kondisi harga di pasaran.
“Kalau terkait harga, alhamdulillah masih stabil, tidak ada kenaikan, walaupun ada penurunan sesuai dengan harga pasaran. Seperti biasa, Rp8.000 untuk kelas kecil dan Rp10.000 untuk kelas besar,” ujar Muhammad Agus Riady saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).
Ia juga menyatakan bahwa penyusunan anggaran menu telah melalui perhitungan internal dan didukung dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB). Menurutnya, komposisi menu yang disajikan turut disusun berdasarkan pengaturan ahli gizi.
“Menu besar kita sudah sesuai anggarannya karena kita ada perhitungannya dari akuntan kita dan ada bukti RAB-nya juga. Perhitungan gizi juga sudah diatur oleh ahli gizi yang mengatur menu selama seminggu,” jelasnya.
Di sisi lain, berdasarkan penelusuran awak media di lapangan, muncul pertanyaan mengenai kesesuaian antara anggaran yang diperhitungkan dengan makanan yang diterima oleh para penerima manfaat.
SPPG Setiajaya #002 disebut menyalurkan sekitar 2.400 ompreng makanan, yang terdiri atas kategori porsi kecil dan besar. Distribusi tersebut mencakup sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga kelompok anak usia dini lainnya.
Sejumlah warga penerima manfaat juga menyampaikan keluhan terkait menu makanan yang diterima serta perlunya keterbukaan informasi mengenai pengelolaan anggaran program MBG.
Meski demikian, penilaian terhadap kesesuaian anggaran dan kualitas menu perlu didasarkan pada pemeriksaan dokumen RAB, rincian komponen biaya, standar porsi, kandungan gizi, serta hasil verifikasi terhadap makanan yang didistribusikan.
Penelusuran Masih Berlanjut
Hingga berita ini disusun, penelusuran terkait pelaksanaan program MBG di SPPG Setiajaya #002 masih terus dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap.
Penulis: aceng
