Bekasi,,tampahan com, ,Aroma dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana BOS menyengat dari lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sindangjaya 01 dan SDN Sindangjaya 02, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, kian menuai sorotan tajam publik.
Tanggal 18/10/2026
Diketahui, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang semestinya menunjang mutu Pendidikan, diduga disinyalir tidak diperuntukan sebagaimana mestinya oleh pihak sekolah.
Pantauan media dilapangan di SDN Sindangjaya jaya 02 tampak jelas kumuh dan kurang terawat dan di SDN Sindangjaya 01 terlihat jelas bagian plafon banyak yang jebol dan rusak parah tersebut dan cat tembok mengelupas. Dengan kondisi itu, sehingga menimbulkan pertanyaan publik, sudah maksimalkah penggunaan dana perawatan sekolah itu.
"Sudah lama plafonya pada jebol, saya berharap diperbaiki agar siswa saat belajar aman," ujar salah satu warga yang namanya minta dirahasiakan.
Masyarakat mendorong agar Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi segera turun langsung melakukan pemeriksaan faktual, termasuk membuka data penggunaan Dana BOS pada komponen pemeliharaan sarana dan prasarana.
Menurut sejumlah pemerhati pendidikan, jika laporan administrasi selama ini menunjukkan kondisi “baik” namun fakta di lapangan berbicara sebaliknya, maka perlu ada penelusuran lebih dalam untuk memastikan tidak terjadi kelalaian prosedural ataupun lemahnya kontrol internal.
Desakan audit independen pun mulai disuarakan. Audit tersebut dinilai penting agar hasil evaluasi tidak hanya bersumber dari struktur internal, melainkan melibatkan pengawasan eksternal guna menjamin objektivitas. Transparansi anggaran dan keterbukaan dokumen dinilai menjadi kunci untuk meredam kecurigaan publik.
Masyarakat berharap polemik ini tidak berujung pada saling lempar tanggung jawab. Pendidikan, sebagai fondasi masa depan generasi muda, seharusnya menjadi ruang paling steril dari praktik pembiaran dan minim akuntabilitas.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait. Publik kini menunggu: apakah akan ada langkah korektif yang nyata, atau justru polemik ini akan terus membesar dan menyeret kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan di Kabupaten Bekasi.
Aceng

