(LAPORAN INVESTIGASI TAMPAHAN.COM)Berdasarkan aduan warga dan orang tua siswa yang diterima Tim Tampahan pos pada Sabtu pagi, 29 Agustus 2026, tim melakukan penelusuran dan investigasi terhadap sejumlah pihak terkait dugaan permasalahan kesehatan seorang guru P3K yang bertugas di SD Negeri 176338 Sosor Ganjang, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara.
Guru tersebut diketahui bernama Barita Tampubolon, tenaga pendidik yang bertugas di sekolah tersebut. Berdasarkan keterangan sejumlah pihak, kondisi kesehatan Barita Tampubolon diduga memengaruhi aktivitasnya dalam menjalankan tugas mengajar.
Hasil wawancara Tim Tampahan pos dengan pihak sekolah menyebutkan bahwa Barita Tampubolon beberapa kali meninggalkan sekolah saat jam mengajar.
“Barita rajin datang pagi, namun sekitar pukul 08.00 atau 09.00 WIB pulang tanpa ada pemberitahuan. Tidak lama kemudian datang lagi ke sekolah diantar istrinya,” ujar salah seorang guru.
Keterangan serupa disampaikan guru lainnya.
“Saya sering juga melihat seperti itu. Kasihan muridnya tidak ada yang mengajari. Kami juga menerima aduan yang sama dari orang tua siswa,” katanya.
Kepala SD Negeri 176338 Sosor Ganjang, Hirim Boru Silitonga, membenarkan adanya persoalan tersebut.
“Sudah tiga periode kepala sekolah berganti dan sekarang saya yang menjadi kepala sekolah juga tidak dapat berbuat banyak karena SK Barita Tampubolon sah untuk mengajar. Kalau saya tidak salah, kurang lebih empat tahun sudah sakit,” ujar Hirim.
Hirim mengatakan, persoalan tersebut telah disampaikan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) saat melakukan kunjungan ke sekolah.
“Bapak Koordinator Wilayah sering kunjungan ke sekolah kami dan saya sudah sampaikan keluhan, baik dari murid maupun orang tua murid. Namun tidak ada respons untuk guru yang kurang sehat,” katanya.
Hirim juga mengaku pernah menegur Barita Tampubolon secara langsung.
“Pernah saya tegur langsung dengan cara halus, namun saya dibentak-bentak. Saya juga bingung harus melapor kepada siapa. Jadi demi menjaga nama baik sekolah dan stabilitas belajar mengajar, saya masukkan guru pengganti untuk kelas III ketika Barita Tampubolon tiba-tiba pulang,” lanjut Hirim.
Dalam penelusuran, Tim Tampahan pos juga mendapati adanya surat keterangan sehat yang menyatakan Barita Tampubolon sehat secara jasmani dan rohani.
Dengan adanya dokumen tersebut, secara administratif Barita Tampubolon dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik P3K.
Namun, keterangan yang diperoleh dari pihak sekolah, siswa, orang tua siswa, dan sejumlah warga menunjukkan adanya dugaan perbedaan antara kondisi administratif dengan situasi yang terjadi di lapangan.
Salah seorang siswa yang ditemui mengaku pernah melihat Barita Tampubolon tidur di dalam kelas.
“Barita memang begitu, malah kadang tidur di kelas. Jadi kami tidak tahu mau belajar apa,” ujar siswa tersebut.
Keterangan mengenai kondisi serupa juga disampaikan sejumlah orang tua siswa dan warga sekitar yang ditemui Tim Tampahan pos.
Investigasi kemudian dilanjutkan kepada Barton Panjaitan, selaku Koordinator Wilayah yang melakukan pengawasan dan koordinasi terhadap tenaga pendidik P3K di bawah Dinas Pendidikan.
Pada Senin, 31 Agustus 2026, Tim Tampahan pos melakukan wawancara dengan Barton Panjaitan.
Barton mengatakan Barita Tampubolon secara medis dinyatakan sehat dan persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan.
“Pimpinan pusat pernah mempertanyakan hal tersebut, dibilang suruh minta surat keterangan sehat dari rumah sakit. Saya sampaikan kepada Barita dan memang keluar surat keterangan sehat. Berarti secara berkas memang tidak ada masalah,” ujar Barton.
Barton juga menyebut Barita Tampubolon masih menjalani pengobatan jalan.
“Memang kondisi Barita berobat jalan dan masih mampu mengajar. Kenapa tidak kita berikan kesempatan,” katanya.
Dalam wawancara tersebut, Barton Panjaitan juga mengakui memiliki hubungan kekeluargaan dengan Barita Tampubolon.
Sementara itu, Tim Tampahan poshingga kini belum memperoleh kesempatan untuk melakukan wawancara langsung dengan Barita Tampubolon terkait berbagai keterangan dan dugaan yang disampaikan sejumlah pihak.
Tim juga memperoleh informasi bahwa warga dan orang tua siswa sebelumnya telah melayangkan surat laporan kepada Dinas Pendidikan yang ditandatangani oleh sejumlah warga.
Namun hingga laporan ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti tindak lanjut maupun hasil pemeriksaan Dinas Pendidikan terhadap laporan tersebut.
Tim tampahan pos masih berupaya memperoleh klarifikasi dari Barita Tampubolon dan pihak Dinas Pendidikan agar seluruh pihak yang disebut dalam laporan ini mendapatkan kesempatan memberikan penjelasan secara berimbang.
(Henri.s)

