Dalam kegiatan sambang dan silaturahmi yang berlangsung pukul 13.00 WIB tersebut, Bhabinkamtibmas berdialog langsung dengan warga sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap sumber api di lingkungan sekitar.
Warga diminta tidak membakar sampah maupun tumpukan daun secara sembarangan. Pada kondisi kering, api yang awalnya kecil dapat dengan mudah merambat ke area lain dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas.
Selain aktivitas pembakaran, warga juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di sekitar lahan kering, semak maupun area yang mudah terbakar.
Bhabinkamtibmas Desa Mulyasari mengatakan, pencegahan kebakaran tidak hanya bergantung pada penanganan ketika api sudah muncul, tetapi dimulai dari kepedulian masyarakat terhadap hal-hal kecil di lingkungan masing-masing.
“Di musim kemarau, kita harus lebih waspada. Jangan menganggap sepele api kecil, karena kondisi lingkungan yang kering dapat membuat api cepat membesar. Kami mengajak warga untuk saling mengingatkan dan segera melapor apabila melihat potensi kebakaran,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga diingatkan agar tidak ragu menghubungi Call Center 110 apabila terjadi gangguan keamanan, kebakaran, maupun membutuhkan bantuan kepolisian.
Kegiatan sambang menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang dekat dengan masyarakat. Dengan kepedulian bersama dan laporan yang cepat, potensi kebakaran maupun gangguan lainnya di lingkungan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.(RD)
