Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menyatakan bahwa program ini digulirkan untuk menjawab keluhan masyarakat terkait biaya pembelian LKS yang selama ini kerap harus dibeli mandiri di luar sekolah.
“Alhamdulillah, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang memberikan hadiah untuk seluruh masyarakat. Kita berikan LKS gratis bagi sekolah SD maupun SMP,” ujarnya, Kamis (23/7).
Untuk merealisasikan program ini, Pemkab Karawang diketahui mengucurkan anggaran hampir mencapai Rp7 miliar. Aep pun menekankan bahwa efisiensi anggaran tetap memperhatikan kualitas fisik maupun materi modul agar tahan lama digunakan siswa.
Aep menjelaskan, mekanisme pelaksanaan program LKS gratis di Karawang dibagikan sebanyak dua kali dalam satu tahun ajaran per semester atau 6 bulan sekali.
Adapun cakupan mata pelajaran (matpel) SMP Negeri mencakup 12 mata pelajaran secara menyeluruh. Sementara SD Negeri saat ini mencakup 4 hingga 5 mata pelajaran utama dari total target 9 matpel dan akan dirampungkan secara bertahap
Modul dan isi LKS itu diketahui disusun langsung oleh tim guru daerah yang tergabung dalam forum kelompok kerja guru (FKKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk menjamin kesesuaian kurikulum.
“Dan saya juga meminta kertasnya yang baik dan tentunya harus kuat karena kan selama 6 bulan kan. Selama 6 bulan ini dipegang sama murid kan, dibawa ke sekolah, kan kadang-kadang kalau misalkan enggak kuat jadi hancur kan gitu. Jadi kami meminta kualitasnya yang lebih baik,” paparnya.
Selain itu, kebijakan menggratiskan LKS ini diketahui baru pertama kali di Jawa Barat. Hal ini sebagai wujud kampanye politik kepemimpinan Aep-Maslani yang memprioritaskan sektor pendidikan.
“Saya sebagai bupati hari ini tadi lah saya bilang saya komitmen, kesehatan seluruh masyarakat Karawang kita gratiskan, dan insyaallah buku LKS kita gratiskan,” paparnya. (IKA)
