Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BREAKING NEWS: DEMA IAI PDK Soroti Ambruknya Ruang Guru SDN 2 Tugu, Anggaran Hampir Rp1 Miliar Pada RUP Jadi Pertanyaan?

Sabtu, 25 Juli 2026 | Sabtu, Juli 25, 2026 WIB Last Updated 2026-07-25T01:27:58Z

INDRAMAYU, tampahan.com — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Pangeran Dharma Kusuma (PDK) Indramayu menyoroti ambruknya ruang guru UPTD SDN 2 Tugu, Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, yang mengakibatkan proses belajar mengajar terganggu.

Peristiwa tersebut dinilai menjadi alarm serius bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu dalam pengelolaan dan pengawasan infrastruktur pendidikan. Jum'at (24/7/2026). 


Ketua DEMA IAI PDK, Akmal Maulana, dalam siaran persnya pada Jumat, 24 Juli 2026, mengatakan bahwa peristiwa tersebut tidak boleh dipandang sebagai musibah semata. Menurutnya, Disdikbud memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan setiap satuan pendidikan memiliki bangunan yang aman dan layak digunakan, terlebih jika telah memperoleh alokasi anggaran pembangunan dari APBD.


"Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus menjelaskan kepada publik bagaimana proses perencanaan, pengawasan, dan evaluasi pembangunan dilakukan hingga ruang guru di SDN 2 Tugu bisa ambruk. Keselamatan siswa dan guru tidak boleh dikompromikan," tegas Akmal.


Berdasarkan temuan DEMA IAI PDK terhadap dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP), UPTD SDN 2 Tugu memperoleh alokasi anggaran Tahun Anggaran 2025 melalui paket Pembangunan Ruang Kelas Baru sebesar Rp352.080.000 dan Pembangunan Sarana, Prasarana, serta Utilitas Sekolah sebesar Rp118.080.000, dengan total mencapai Rp470.160.000.


Selain itu, dalam penelusurannya, DEMA IAI PDK juga menemukan dokumen RUP Tahun Anggaran 2024 yang memuat paket Rehabilitasi Ruang Kelas UPTD SDN 2 Tugu senilai Rp492.800.000.


Namun, mengingat terdapat lebih dari satu desa bernama Tugu di Kabupaten Indramayu, pihak DEMA masih melakukan penelusuran dan pendalaman untuk memastikan apakah paket tersebut ditujukan kepada UPTD SDN 2 Tugu di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, yang ruang gurunya ambruk. Apabila hasil penelusuran menunjukkan bahwa paket tersebut merupakan sekolah yang sama, maka total alokasi anggaran pada Tahun Anggaran 2024–2025 mencapai Rp962.960.000 atau hampir Rp1 miliar.


Akmal menegaskan bahwa temuan tersebut akan menjadi bagian dari laporan yang akan disampaikan kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Barat atas dugaan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.


Selain itu, DEMA IAI PDK juga akan meminta Inspektorat Kabupaten Indramayu melakukan pemeriksaan administratif serta mendorong Kejaksaan Negeri Indramayu untuk melakukan telaah apabila ditemukan fakta yang memerlukan pendalaman sesuai ketentuan hukum.


Pihaknya menegaskan tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan ataupun menyimpulkan adanya pelanggaran. Namun, kondisi bangunan yang ambruk di tengah adanya alokasi anggaran pembangunan merupakan fakta yang harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.


"Transparansi dan akuntabilitas adalah kewajiban pemerintah. Temuan awal ini bisa menjadi jalan terbongkarnya dana miliaran yang muncul di RUP yang masih menjadi pertanyaan," pungkas Akmal.


DEMA IAI PDK mendesak Disdikbud Kabupaten Indramayu segera memberikan klarifikasi mengenai pelaksanaan paket-paket pekerjaan di SDN 2 Tugu, termasuk ruang lingkup pekerjaan, pengawasan, serta kondisi bangunan yang mengalami kerusakan. Menurut DEMA, setiap rupiah anggaran pendidikan harus diwujudkan dalam fasilitas yang aman, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.


Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Disdikbud Kabupaten Indramayu, H. Caridin, yang dihubungi tampahan.com lewat pesan WhatsApp belum merespons. Bungkamnya Kadisdikbud Caridin menyisakan tanda tanya mengenai kepastian alokasi anggaran miliaran rupiah tersebut, apakah benar untuk pembangunan sekolah terkait atau terdapat indikasi lain.


Redaksi tampahan.com berkomitmen untuk mendalami lebih lanjut kasus ambruknya ruangan di SDN 2 Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu ini.(Tomi susanto)

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.