Tapanuli tengah tampahan.com Pelaksanaan Autopsi terhadap Almarhum Boy simamora yang di laksanakan pada hari kamis 04/05 /2026 di Desa Sampang Maruhur kecamatan sirandorung kabupaten tapanuli tengah menjadi sorotan masyarakat.
Proses Autopsi yang di lakukan terhadap Almarhum Boy simamora di lakukan secara tertutup menimbulkan kecurigaan terhadap para oknum kepolisian dan Dokter forensik yang awalnya mengikuti perkembangan kasus kematian Boy simamora.
Almarhum boy simamora sebelum di duga meninggal dunia akibat Serangan Buaya. Namun muncul-nya sejumlah pertanyaan dari pihak keluarga terkait kondisi jenazah yang tidak pasti seperti di serang buaya? Membuat pihak keluarga untuk melakukan Autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara objek.
Sejumlah Warga masyarakat Desa sampang maruhur, merasa Autopsi yang di lakukan oleh pihak kepolisian polres Tapanuli Tengah itu penuh dengan kejanggalan, untuk menutupi pihak tertentu.
Yang setahu kami kalau melakukan Autopsi terbuka itu, bagi korban pembunuhan.
Polisi wajib meminta Otopsi dari dokter forensik Rumah sakit dan serta di ikuti beberapa keluarga korban atau instansi pemerintah setempat , bukan cuman Dokter sama polisi?.
Sejumlah warga desa sampang maruhur mengaku kecewa karena otopsi tersebut banyak kejanggalan, dan pihak media pun yang ikut serta menyaksikan otopsi Almarhum Boy simamora tidak di ikut serta kan dalam pengambilan gambar untuk Dokumentasi ada apa?
Kekecewaan juga terlihat di berbagai platform media sosial, sejumlah warganet mempertanyakan mengapa proses otopsi Almarhum Boy simamora di lakukan secara tertutup? Dan tidak di ikut sertakan oleh pihak pemerintah setempat yang berwewenang dan para media untuk mendokumentasikan?
Di sisi lain, masyarakat juga meminta para aparat penegak hukum tetap bekerja secara profesional dan tidak ada yang di tutup tutupi selama proses penyelidikan berlangsung?
Serta mengutip hasil pembicaraan pihak media dengan dokter forensik yang mengatakan " Almarhum Boy simamora Meninggal di terkam binatang Buas (Buaya) ?
Sedangkan yang terjadi dengan Almarhum boy Simamora mengisahkan banyak kejanggalan, seperti ke Dua tangannya Putus(Kira-dan Kanan) dan tidak ada seperti tidak ada tanda tanda di gigit binatang Buas? Kalau pun itu di gigit buaya pasti beberapa bagian badan-ya pasti hancur Tergigit.
Serta alat kelamin-ya hilang separuh,, dan Celana dan bajunya Masih utuh tidak ada bekas gigitan binatang Buas (Buaya) pada hal kejadian-ya malam hari di wilayah Areal perkebunan?.
Keluarga korban sendiri di ketahui masih menanti hasil resmi otopsi yang di lakukan oleh tim forensik, dalam 2 Minggu yang akan datang.
Hasil tersebut di harapkan pihak forensik Jagan ada menutup nutupi , kejanggalan kematian Almarhum boy Simamora untuk menjawab berbagai keraguan yang muncul sejak awal kejadian.
Hingga berita ini di turunkan, belum ada keterangan resmi yang di sampaikan oleh hasil otopsi tersebut.
Warga Desa sampang maruhur dan warganet kini menunggu penjelasan dari pihak berwewenang guna memastikan fakta fakta sebesar kejanggalan kematian Almarhum boy Simamora tanpa ada ada rekayasa. (red)


