Pemerintah(TAMPAHAN.COM)Kabupaten Toba memastikan kesiapan penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat dengan total 23.602 penerima manfaat untuk alokasi Februari–Maret 2026. Kepastian ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada Kamis (9/4/2026) di Balai Data Kantor Bupati Toba.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu bersama jajaran pemerintah daerah, perwakilan Perum BULOG Sumatera Utara, pimpinan cabang BULOG Pematang Siantar, serta para camat se-Kabupaten Toba. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran sekaligus menjaga stabilitas pangan di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional yang bekerja sama dengan Perum BULOG dan pemerintah daerah. Bantuan berupa beras dan minyak goreng disalurkan sebagai upaya mengantisipasi kekurangan pangan, menekan gejolak harga, serta meringankan beban masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Jumlah penerima bantuan pada periode ini meningkat signifikan dibandingkan Oktober–November 2025 yang mencapai 15.155 penerima. Hal ini menunjukkan adanya perluasan jangkauan program sebagai respons terhadap dinamika ekonomi dan kenaikan harga bahan pokok.
Untuk menjamin kualitas, Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama BULOG telah melakukan pengecekan langsung di gudang penyimpanan. Hasil uji menunjukkan bahwa beras yang akan disalurkan dalam kondisi baik, layak konsumsi, dan bebas dari kontaminasi.
Dalam sambutannya, Bupati Effendi Sintong P. Napitupulu menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
“Penyaluran bantuan beras dan minyak ini merupakan wujud perhatian pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga pangan. Kami berharap bantuan ini dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga serta meningkatkan akses pangan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Perum BULOG Sumatera Utara menyebutkan bahwa stok beras secara nasional saat ini mencapai 4,5 juta ton.
Di Sumatera Utara tersedia sekitar 45.000 ton, sementara di wilayah Balige mencapai sekitar 1.000 ton dengan kapasitas gudang yang sudah penuh, sehingga penyaluran menjadi langkah penting untuk menjaga sirkulasi stok.
Melalui sosialisasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat bersinergi dalam memastikan distribusi bantuan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Toba optimistis program ini tidak hanya menjaga stabilitas pangan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh(TOMUAN.SIBARANI)
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu bersama jajaran pemerintah daerah, perwakilan Perum BULOG Sumatera Utara, pimpinan cabang BULOG Pematang Siantar, serta para camat se-Kabupaten Toba. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran sekaligus menjaga stabilitas pangan di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional yang bekerja sama dengan Perum BULOG dan pemerintah daerah. Bantuan berupa beras dan minyak goreng disalurkan sebagai upaya mengantisipasi kekurangan pangan, menekan gejolak harga, serta meringankan beban masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Jumlah penerima bantuan pada periode ini meningkat signifikan dibandingkan Oktober–November 2025 yang mencapai 15.155 penerima. Hal ini menunjukkan adanya perluasan jangkauan program sebagai respons terhadap dinamika ekonomi dan kenaikan harga bahan pokok.
Untuk menjamin kualitas, Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama BULOG telah melakukan pengecekan langsung di gudang penyimpanan. Hasil uji menunjukkan bahwa beras yang akan disalurkan dalam kondisi baik, layak konsumsi, dan bebas dari kontaminasi.
Dalam sambutannya, Bupati Effendi Sintong P. Napitupulu menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
“Penyaluran bantuan beras dan minyak ini merupakan wujud perhatian pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga pangan. Kami berharap bantuan ini dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga serta meningkatkan akses pangan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Perum BULOG Sumatera Utara menyebutkan bahwa stok beras secara nasional saat ini mencapai 4,5 juta ton.
Di Sumatera Utara tersedia sekitar 45.000 ton, sementara di wilayah Balige mencapai sekitar 1.000 ton dengan kapasitas gudang yang sudah penuh, sehingga penyaluran menjadi langkah penting untuk menjaga sirkulasi stok.
Melalui sosialisasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat bersinergi dalam memastikan distribusi bantuan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Toba optimistis program ini tidak hanya menjaga stabilitas pangan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh(TOMUAN.SIBARANI)
