Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Capai Swasembada Pangan 2025, Produksi Pangan Kab Sukabumi Peringkat Dua Nasional

Selasa, 10 Februari 2026 | Selasa, Februari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-02-10T13:19:29Z


Sukabumi,tampahan.com- Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menggelar Diseminasi Produksi Swasembada Pangan sekaligus Syukuran Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi di Hotel Augusta Palabuhanratu, Selasa (10/2/2026). Rapat diseminasi dibuka oleh Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo.


Kegiatan tersebut dihadiri, unsur Forkopimda, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertania, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bppsdmp, Kementrian Pertanian, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi, Kepala Perum Bulog Divre Cianjur, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluh dan Kinerja Penyuluhan, Penyuluh Pertanian Kabupaten, Koordinator BPP di 47 Kecamatan, Para Petani, Penangkar, Mitra Bulog dan Produsen benih padi dan jagung, serta undangan lainnya.


Asda II Setda Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo  menyampaikan bahwa capaian swasembada pangan yang diraih pada 2025 telah sesuai dengan amanat dan harapan pemerintah pusat maupun daerah. Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan prestasi pada tahun berikutnya.


"Harapan kita di 2026 minimal bisa dipertahankan, dan kalau memungkinkan kita bisa naik ke peringkat satu nasional,"pintanya.


Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Sukabumi menempati peringkat kedua nasional dalam peningkatan produksi pangan tidak terlepas dari kerja keras seluruh elemen, terutama para penyuluh pertanian di lapangan. Peran penyuluh dinilai sangat strategis dalam mendampingi petani, meningkatkan luas tanam, serta menjaga  produktivitas pertanian.


Asda menegaskan, capaian tersebut membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil untuk diraih.


"Kita sudah bisa membuktikan berada diperingkat dua nasional. Artinya peluang untuk menjadi peringkat satu itu terbuka, asalkan semangat, kerja keras, dan kolaborasi ini terus kita pertahankan dan tingkatkan,"terangnya.


Beliau juga menyinggung berbagai prestasi lain yang telah diraih Kabupaten Sukabumi di sektor pertanian, tidak hanya pada aspek swasembada pangan, tetapi juga dalam inovasi dan penguatan kelembagaan pertanian. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa sektor pertanian Sukabumi terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.


"Mari kita bersama-sama menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah  strategis guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan pada tahun 2026,"ajaknya.


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin menjelaskan, pada 2025 Kabupaten Sukabumi mendapat target produksi pada 899.599 ton dan jagung 104.492 ton. Berdasarkan data Statistik Pertanian (SP) dan SIPDPS, realisasi produksi padi mencapai 1.077.867 ton atau 119,82 persen dari target. Luas panen padi tercatat 185.661 hektare atau 114,36 persen dari target swasembada.


Untuk komoditas jagung, realisasi produksi mencapai 133.144 ton atau 127,42 persen dari target. Luas panen jagung tercatat 26.457 hektare, jauh melampaui target yang ditetapkan.


Kadis menyebut masih terdapat potensi luas panen padi sekitar 5.485 hektare yang belum terlaporkan, dengan estimasi produksi 27.425 ton.


"Ini menjadi evaluasi penting untuk perbaikan sistem pelaporan pada 2026,"ujarnya.


Atas capaian tersebut. Pemkab Sukabumi menerima sejumlah penghargaan, diantaranya peringkat kedua peningkatan produksi beras nasional 2025 dari Presiden serta peringkat pertama peningkatan produksi padi dan jagung tingkat Provinsi Jawa Barat.


Memasuki 2026, Kadis berkomitmen mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Berdadarkan RPJMD Kabupaten Sukabumi dan Renstra Provinsi Jawa Barat, sasaran produksi padi ditetapkan sekitar 876 ribu ton dan jagung sekitar 118 ribu ton.


Kinerja Luas Tambah (LTT) padi juga menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, realisasi LTT mencapai 18.352.6 hektare atau 111,2 persen dari target Kem

×
Berita Terbaru Update