Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Talang Gantung Amblas, Puluhan Hektar sawah di desa Rejasari kota Banjar Terancam Gagal Panen

Selasa, 11 Maret 2025 | Selasa, Maret 11, 2025 WIB Last Updated 2025-03-11T04:55:49Z

 


Banjar,TAMPAHAN.COM

Talang gantung amblas dan  longsornga saluran  tersier  pada area pesawahan kelompok tani SINAR HARAPAN Dan TUNAS UTAMA

Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari Kota Banjar 



Puluhan Hektar sawah yang berada di Dusun Sampih RT 03 RW 08 dan Dusun Sampih RT 04 RW 08, Desa Rejasari Kecamatan Langensari Kota Banjar terancam tidak bisa berproduksi dengan baik sehingga dapat mengakibatkan hasil panennya tidak maksimal. Atau bahkan terancam gagal panen. 


Hal ini disebabkan oleh amblas dan rusaknya talang gantung yang berfungsi sebagai penyalur air pada area persawahan tersebut. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya saluran irigasi pada jalur yang sama, longsor diakibatkan oleh konstruksi bangunan yang sudah rapuh dan tingginya curah hujan saat ini.



“Luas lahan persawahan yang terkena dampak langsung sekitar 20 Ha, yang berada di dua wilayah hamparan,yaitu Kelompok Tani Tunas Utama dan Kelopok Tani Sinar Harapan”. Ungkap Opik Hanapi Ketua Kelompok Tani Sinar Harapan.



Opik juga mengatakan,jika kerusakan pada talang tersebut tidak segera dilakukan perbaikan, maka dikhawatirkan talang akan ambrug dan tidak dapat dilalui air. Sehingga kebutuhan air pada area persawahan dimaksud tidak dapat terpenuhi sesuai kebutuhannya, akibatnya produktifitas tanaman padi akan terganggu dan hasil panennya tidak akan maksimal, atau bahkan terancam gagal panen.



Saluran pengairan ini melintas di sepanjang jalur pengairan blok kalapa dua (hamparan kelompok tani sinar harapan dan kelompok tani tunas utama), Dusun Sampih RT 03 RW 08 dan RT 04 RW 08. Adapun kerusakan pada talang ialah sepanjang ± 25 meter. Sedangkan saluran tersier yang lonsor sepanjang ± 12 meter, lebar 0,80 meter, dan tinggi 0,70 meter. 



“Karena talang yang rusak dan saluran tersier yang longsor itu, air yang mengalir pada saluran tersier yang seharusnya dialirkan ke area persawahan, akan turun semua ke saluran irigasi Kalapa Sawit II”. Imbuh Ananto Ketua Kelompok Tani Tunas Utama.  



Kondisi talang dan saluran tersier saat ini sudah sangat memprihatinkan, bangunan talangnya sudah miring, amblas dan tiang penyangganya patah. Selain itu, besi pada talangnya pun berkarat dan salurannya bocor.



 Sementara pada saluran tersier yang longsor dinding pada sekitarnya pun sudah rapuh dan berlubang. Dengan adanya kerusakan tersebut petani bergotong royong untuk melakukan langkah antisipasi berupa pemasangan paralon dengan swadaya masyarakat pada saluran yang rusak



 Adapun tujuannya adalah agar tidak semua air yang melalui saluran tersier itu terbuang ke jaringan irigasi. Melalui paralon tersebut sebagian air dari saluran tersier bisa dialirkan ke area persawahan, namun kondisi ini hanya untuk sementara saja sampai dengan adanya perbaikan dari Pemerintah Kota Banjar.



Kepala Desa Rejasari, Ahmad Afrizal Rizqi, M.Pd. mengatakan bahwa kondisi kerusakan tersebut sudah dilaporkan kepada Dinas terkait untuk dapat ditinjau dan dilakukan perbaikan segera agar dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.(DEWY.RATNA)

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.