Bermula dari Sarwini atau dipanggil Win (087780758447) mengirim pesan WhatsApp kepada Pimpinan Redaksi (Pimred) Diori Parulian Ambarita dengan mengatakan ada kerjaan nih ke Karawang, saya kurang orang nih sekiranya Ambar mau gabung.
Lalu ada panggilan masuk dan diangkat oleh saya (Ambar), tapi Win menyampaikan lewat telepon WhatsApp "bicaranya kita bertemu aja!"
Sarwini pun saat menelepon mengatakan posisinya berada di dekat terminal Cikarang dan menjelaskan bahwa dirinya baru turun dari angkot.
Setelah kurang lebih satu jam barulah Ambar panggilan akrab Diori Parulian Ambarita tiba di dekat terminal Cikarang, dan menelepon kembali Win.
Dari seberang minimarket dekat pom bensin (samping terminal), Win datang menemui Ambar. Dikarenakan Ambar ada urusan ke RSUD maka Win ikut serta.
Mungkin sebelumnya Win telah menghubungi Alex dan setelah keluar dari parkiran RSUD, Ambar beserta Win ikut kendaraan (mobil) Alex. Di dalam mobil Alex sudah ada seorang perempuan yang saya tidak dikenal.
Sementara motornya Ambar dititipkan di parkiran RSUD. Dengan inisiatif Ambar menyarankan ke tempat oli di Cikarang Utara yang hampir setahun tidak ke lokasi tersebut.
Selanjutnya perjalanan menuju ke Karawang dan sampai di daerah Karangpawitan. Di sana sudah ada Abah, Jon dan Jaun. Lalu bicara terkait gudang solar, jelang sore kemudian hadir lagi seseorang yang biasa dipanggil Ndang (oknum anggota TNI,red) ada yang menunjukkan lokasi gudang solar milik Udin (oknum anggota TNI)
Hari berganti malam, lalu investigasi dilaksanakan dengan pemandu jalannya, Jaun. Sampai muter-muter di sekitaran KIIC, belum ada tanda-tanda mobil heli (mobil modifikasi) untuk menampung BBM jenis solar dengan kapasitas ribuan liter.
Hingga menjelang dini hari (Selasa 15 November 2023) baru terlihat aktifitas di dalam gudang itu. Selanjutnya Ambar, Win dan Alex keluar dari dalam mobil dan mendapati BBM jenis solar di dalam mobil box sedang dipindahkan ke truk tangki warna biru putih (untuk industri).
Di dalam gudang, salah satu pekerja membangunkan si pemilik usaha yang sedang tertidur di mobil pajero. Tak sampai 30 menit kami bertiga berbicara dengan si pemilik usaha ilegal itu.
Belakangan diketahui yang baru turun dari mobil pajero adalah Bos Udin, dari jawabannya langsung saat Ambar menanyakan "abang siapa namanya?"
Usai berbicara dengan Udin, lalu kami (Ambar, Alex, Win dan satu perempuan lainnya) balik ke Karangpawitan, namun sebelumnya Win menyimpan nomor Udin.
Di Karangpawitan, tiga orang yang memang sudah berada disana menanyakan bagaimana hasil (investigasinya). Lalu Ambar menjawab "sudah kami videokan alias ambil data di lokasi".
Karena terasa capek dan ngantuk ditambah Alex sedikit memaksa saya untuk buat berita, maka saya niatkan diri untuk tidur. Dikarenakan masih dalam tahap pemulihan pasca sakit.
Kemudian masih dihari yang sama, Selasa (14/11/2023) sekira pukul 11:00 lebih saya terbangun karena Hp berbunyi terus. Saat dilihat adalah Ayah (081398494176) suaminya Win, namun tak terangkat.
Ternyata berita belum ada yang tayang selama saya tertidur, akhirnya saya menulis narasi dan tayang di beberapa media online lainnya dengan judul yang sama, yakni Dalih untuk Cari Makan, Oknum TNI Jadi Mafia Solar dan urlnya https://faktual.net/dalih-untuk-cari-makan-oknum-tni-jadi-mafia-solar-di-karawang/ serta https://thejspost.com/2023/11/14/dalih-untuk-cari-makan-oknum-tni-jadi-mafia-solar-di-karawang/
Setelah berita tayang, link berita dikirim ke nomor Udin. Beberapa jam kemudian sekira pukul 16:00 Wib Udin (087804687271) menelepon dan bertanya "kenapa berita tayang?" lalu dijawab oleh Ambar hak saya sebagai wartawan.
Udin pun sempat menanyakan, kapan bisa bertemu dengan yang semalam bwrtemu? Ambar kemudian meenjawab nanti dikomunikasikan dengan teman-teman yang lain alias atur jadwal, khawatir teman-teman waktunya padat sambil menyudahi pembicaraan.
Karena belum berkomunikasi dengan semua teman-teman, maka saya pun tidak mengangkat Hp Udin yang kembali terlihat menelepon untuk kedua kalinya.
Karena ada pesan masuk (WhatsApp) dari salah satuh Penasehat Hukum Media Online ambaritanews.com , maka saya pun balik melakukan panggilan keluar sekira pukul 18:00 Wib untuk bertanya.
Penasehat Hukum Media Online ambaritanews.com menjelaskan, Rabu (15/11/2023) agar diliput saat sidang di PN Kota Bekasi, dan Ambar pun menyanggupi akan hadir.
Menyinggung sedikit Alex yang tak kunjung terlihat di Karangpawitan entah kemana pergihnya, dan memberitahukan lewat telepon Win. Maka timbul perasaan nggak enak dalam diri terhadap mobilisasi besok, ditambah hujan yang turun tak berhenti-henti pada hari Selasa (14/11/2023).
Beberakali ditelepon nomornya Alex (085817117496) namun tak aktif hingga larut malam. Setibanya si pemilik rumah pulang, Ambar menyatakan mundur dan tak akan melanjutkan kembali di depan.
Bila tetap bertahan, firasat Ambar sudah tidak mengenakkan melihat salah satu teman (Alex) pergih tanpa kabar. Harap-harap cemas hujan tidak berhenti diselimuti khawatir tidak menepati janji kepada Penasehat Hukum Media Online ambaritanews.com.
Ambar pun segera menelepon redakturnya untuk menjemput di lokasi yang telah dikirim (send lokasi). Dalam kondisi hujan, redaktur tetap menerabas jalan yang licin di dalam tol dan akhirnya Alhamdulillahl sampai juga menjemput saya.
Sesuai jawaban kepada Penasehat Hukum Media Online ambaritanews.com , Ambar bisa menepati janji dengan meliput jalannya sidang hingga seharian di PN Kota Bekasi sambil menulis berita.
Dan perlu dicatat, pasca menjalankan aktifitas rutin, tidak ada Ambar menghubungi Udin atau pun yang lain selang dari Karawang, malahan ada salah satu teman media, yakni Ongkan Adiwinata (085715992445) menyampaikan ke Ambar lewat telepon, bahwa dirinya bukan backup.
Untuk digarisbawahi, hingga hari Sabtu (18/11/2023) Ambar tidak pernah komunikasi apapun dengan Udin di Karawang. Namun karena sudah mengganggu aktifitasnya Ambar dengan ditelepon-telepon dan disuruh hapus berita serta nyumpahin orang, maka Ambar pun merasa teror itu malah menjadi-jadi.
Ada juga pesan WhatsApp hari Sabtu (18/11/2023) dari Ayah (081398494176) dengan isinya "Ambar sy tlpn ngak angkt". Padahal
Semoga orang-orang yang ada keterkaitannya di dalam isi berita ini seyogianya memakai akal waras dan jangan sampai gagal paham. (Red)
