OKU Timur, Sum-Sel.
TAMPAHAN.COM, Sungguh suatu sikap yang tak patut untuk di tiru, para Oknum guru SMP Negeri 3 Martapura, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, seolah tak bersahabat dan tak ber-etika, saat Tim (Gabungan dari LSM dan Wartawan) berkunjung untuk menjalankan tugas nya sebagai Kontrol Sosial, Sabtu (30/09/2023).
Kejadian itu berawal ketika Tim berkunjung di SMPN 3 Martapura, sesuai dengan kebiasan dan prosedur kunjungan tim selalu mengisi buku tamu di setiap kunjungan ke sekolah sekolah.
Setelah mengisi buku tamu tim bertanya,
Apa bisa bertemu dengan Kepala Sekolah ?
Oknum guru inisial (RK) Menjawab, "Kepala Sekolah lagi Dinas Luar (DL).
Lalu tim bertanya lagi,
Ya bertemu dengan Humas, Wakil Kepala Sekolah nggak apa ?
Oknum (RK) menjawab, "Semua nya lagi tidak masuk saya tidak tau pada pergi kemana, dengan nada tinggi.
Tim tetap bersikap sabar dan sopan dalam bertanya
Ya dengan Guru biasa nggak apa apa, ada hal hal yang sipat nya umum yang akan kami tanya kan ?
Mau tanya apa jawab (RK) dengan ketus.
Setelah tim bertanya,
Berapa jumlah murid di SMP ini ?
Dengan ketus dan nada tinggi sambil jari telunjuk tangan nya menunjuk nunjuk (RK) menjawab "Saya ini hanya guru wakil kurikulum saya tidak tahu, semua sudah di koordinasi oleh Dinas kalau bapak mau bertanya silahkan kompirmasi langsung ke dinas.
Bahkan salah satu Oknum guru inisial (RT) yang tiba tiba datang dan menjawab, "Kami ini hanya mengajar, yang kami tau hanya jumlah murid di kelas, selain itu kami tidak tau, jawab nya dengan nada keras sambil tangan nya juga ikutan menunjuk nunjuk ke arah tim yang datang.
Bahkan yang membuat tim semakin heran dengan sikap dari salah satu oknum guru yang tiba tiba datang sambil berkata, "Ini sekolahan kami, kami di SK kan di sekolahan ini, kalian tidak ada hak menanyakan tentang sekolahan ini."
Sikap arogan (RK) semakin menjadi dan tak ber-etika, karena mendapat dukungan dari rekan rekan guru nya dengan suara yang keras dan lantang (RK) mengajak semua rekan guru nya keluar untuk ikutan ribut/ berdebat dengan tim agar suasana semakin menjadi keruh.
Sambil memegang Hp oknum (RK) merekam video kan tim satu persatu sambil berkata, "LSM itu kerja nya cuma cari cari kesalahan saja,"
Untuk menghindari situasi yang semakin keruh dan hal hal yang tak di inginkan, tim akhir nya memilih untuk pergi dari lokasi keributan dan akan melanjutkan kejadian keributan ke tahap pelaporan.
Di tempat yang terpisah,
M.Tomo Ketua LSM Capa Tri Marta DPC OKU Timur yang juga tergabung dalam tim yang berkunjung mengatakan, "Kejadian ini akan segera saya laporkan ke Dinas yang terkait karena sikap para Oknum guru SMPN 3 Martapura sangat sangat tidak berahlak dan tidak beretika, kuat dugaan, bisa saja itu semua arahan dari Kepala Sekolah nya untuk menutupi kecurangan kecurangan yang terjadi di sekolahan itu, "Jelas nya.
Ketua LSM FORKORINDO (Forum Komunikasi Rakyat Indonesia) DPC OKU Timur ( Komarudin) yang juga ikut tergabung di dalam tim yang berkunjung mengatakan, "Sikap dari para Oknum guru SMPN 3 Martapura sangat tidak patut untuk di tiru, kuat dugaan ada yang mereka tutup tutupi di sekolahan tersebut, itu sama saja mereka telah menghalang halangi kerja nya Wartawan, Sesuai dengan UU No.40 Th 1999.
Kejadian ini pasti akan saya laporkan sesuai dengan tupoksi lembaga dan Media saya, "!Tegas nya.
Maral Sani, S.Kom Ketua LSM Libra Indonesia DPC OKU Timur, yang tergabung dalam tim bahkan yang bertanya kepada Para Oknum guru mengatakan, "Kejadian ini akan saya laporkan sesuai dengan perbuatan pisik yang saya terima pada saat kejadian/keributan, dan saya tidak terima dengan perlakuan dari salah satu oknum guru tersebut dalam hal ini saya tidak main main, "! Tegas nya.
Sampai berita ini di terbitkan tidak ada tanggapan dari pihak SMPN 3 Martapura terkait keributan yang terjadi.
TIM


