Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pembangunan Saluran Air di Sukaringin Disorot, Diduga Dikerjakan Asal-asalan ‎

Kamis, 22 Oktober 2026 | Kamis, Oktober 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T07:21:19Z

‎Kabupaten Bekasi,, tampahan com — Pekerjaan pembangunan saluran air yang dilaksanakan di Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan. Proyek yang dikerjakan oleh CV Bellva Nia Jaya Mandiri dengan melibatkan Kelompok Tani Sejahtera tersebut diduga tidak dilaksanakan secara optimal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan dengan nilai anggaran sebesar Rp195.592.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2026 itu diduga memiliki sejumlah persoalan dalam pelaksanaannya.

‎

‎Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses pemasangan batu yang disebut masih dilakukan ketika kondisi di lokasi pekerjaan tergenang air. Selain itu, para pekerja diduga tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD) yang memadai.

‎

‎Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar keselamatan dan kualitas pekerjaan di lapangan. Pemasangan material konstruksi yang tidak sesuai dengan metode kerja dan spesifikasi teknis berpotensi memengaruhi mutu serta ketahanan bangunan saluran air.

‎

‎Warga setempat berharap dinas terkait segera melakukan pemeriksaan langsung untuk memastikan pekerjaan tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

‎

‎“Saya berharap pengawas dari Dinas Kabupaten Bekasi turun langsung ke lokasi. Kalau melihat pekerjaan seperti itu, bagaimana saluran air bisa bertahan lama jika pemasangan batu tetap dilakukan saat kondisi masih ada air?” ungkap seorang warga.

‎

‎Warga juga berharap pengawasan terhadap proyek yang menggunakan anggaran daerah dapat ditingkatkan, sehingga pelaksanaan pekerjaan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis, rencana anggaran biaya, serta standar keselamatan kerja.

‎

‎Hingga berita ini disusun, dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan teknis di lapangan. Klarifikasi dari pihak pelaksana, Kelompok Tani Sejahtera, serta dinas terkait diperlukan untuk memperoleh penjelasan yang berimbang mengenai metode pengerjaan dan kualitas konstruksi.

‎

‎Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan evaluasi apabila ditemukan ketidaksesuaian, demi memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan secara transparan, akuntabel, dan menghasilkan pembangunan yang berkualitas.

‎

‎Penulis: Aceng

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.