Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PASAR MURAH PAN SUMUT FEST DISOROT! Beli 10 Kupon Rp600 Ribu, yang Ada Hanya “Minyak Kita”, Warga Kecewa dan Minta Uang Kembali

Sabtu, 24 Oktober 2026 | Sabtu, Oktober 24, 2026 WIB Last Updated 2026-10-24T13:54:18Z

KISARAN, ASAHAN tampahan.com Kegiatan pasar murah dalam rangka PAN Sumut Fest di Lapangan Hoki Kisaran, Sabtu (24/10/2026), menuai kekecewaan dari seorang warga asal Sidodadi yang mengaku membeli 10 kupon dengan total harga Rp600.000.

Warga tersebut mengaku kecewa karena saat hendak menukarkan kupon, barang yang ditawarkan kepadanya hanya berupa Minyak Kita sebanyak 4 liter untuk setiap kupon. Sementara itu, menurut pengakuannya, ia mengharapkan paket sembako sebagaimana yang tertulis didalam kupon, mencakup : 

- 5 Kilogram Beras Premium
- 1 liter Minyak Goreng
- 1 Kilogram Gula Pasir

Merasa barang yang diterima tidak sesuai dengan harapannya, warga tersebut kemudian menghampiri panitia untuk mempertanyakan mekanisme penukaran kupon.

Dalam percakapan tersebut, seorang perempuan berinisial N, yang disebut warga sebagai anggota DPRD Kabupaten Asahan dari Fraksi PAN, menyampaikan dengan nada ketus "Berasnya sudah habis yang ada tinggal minyak goreng" Warga tersebut mengaku diberi pilihan untuk menerima minyak goreng sebanyak 4 liter per kupon.

Namun, warga itu menolak tawaran tersebut dan memilih meminta uangnya dikembalikan sambil mengatakan :

 "sia-sia awak beli kupon 600rb di acara partai PAN ini, cuma dikasi minyak goreng  Kita, kalo cuma minyak kita nya bagus awak beli di pajak bg nggak perlu repot2 datang ke acara ini" ucapnya kepada awak media

Kekecewaan warga tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan nominal uang yang telah dikeluarkan, melainkan juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Ini bukan tentang uang Rp600 ribu, tapi ini tentang kepercayaan masyarakat terhadap partai tersebut,” ujar warga tersebut dengan nada kecewa.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara informasi yang diterima pembeli, ketentuan penukaran kupon, dan ketersediaan barang dalam kegiatan pasar murah tersebut.

Warga berharap panitia memberikan penjelasan terbuka mengenai isi paket yang sebenarnya, harga setiap kupon, serta alasan beras disebut telah habis ketika warga hendak melakukan penukaran.

Pihak penyelenggara juga diharapkan menjelaskan ketentuan penggantian barang apabila salah satu komoditas tidak lagi tersedia, termasuk mekanisme pengembalian uang bagi pembeli yang menolak barang.

Transparansi menjadi penting dalam kegiatan pasar murah untuk menjaga kepercayaan publik, terutama terkait kejelasan harga, isi paket, dan mekanisme penukaran Kupon. 
(Jangga)

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.