Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dua Siswa SDN 1 Rambatan Wetan Kritis di RSUD, Dapur SPPG Diganjar Sanksi Suspend

Kamis, 22 Oktober 2026 | Kamis, Oktober 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T13:48:49Z

INDRAMAYU, tampahan.com - Suasana kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, mendadak berubah mencekam setelah puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan massal yang diduga kuat berasal dari paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).


​Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, insiden ini bermula tidak lama setelah para siswa menyantap hidangan makanan bergizi yang didistribusikan ke lingkungan sekolah pada Jumat (22/10/2026).


​Tak berselang lama usai mengonsumsi makanan dan minuman tersebut, puluhan anak mulai mengeluhkan gejala pusing, mual hebat, kram perut, hingga muntah-muntah secara bersamaan di sekolah.


​Akibat kondisi fisik para siswa yang kian melemah secara drastis, pihak sekolah bersama warga sekitar langsung berinisiatif mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.


​Sebagian besar siswa yang mengalami gejala ringan hingga sedang langsung dievakuasi dan mendapat penanganan awal di Puskesmas Rambatan Wetan guna menghindari risiko kesehatan yang lebih buruk.


​Kendati demikian, tercatat ada dua orang anak yang terpaksa harus dirujuk dan menjalani perawatan intensif di RSUD Indramayu akibat kondisi fisik yang membutuhkan penanganan medis lanjutan secara intensif.


​Kedua korban rujukan tersebut masing-masing diidentifikasi bernama Abdulrahman Hafid (11 tahun), seorang siswa asal Desa Penganjang, serta Silvia Nuraeni (11 tahun), siswi asal Desa Panyindangan Wetan.


​Wakil Direktur Utama (Wadir) RSUD Indramayu, Kurniawan, saat dikonfirmasi membenarkan adanya dua orang anak siswa SDN 1 Rambatan Wetan yang masuk ke rumah sakit dan tengah menjalani perawatan medis intensif.


​"Betul, informasinya ada dua anak dari (SDN 1) Rambatan Wetan yang dirawat di RSUD Indramayu," ujar Wadir RSUD Indramayu saat dikonfirmasi melalui pesan singkat mengenai status penanganan korban.


​Hingga saat ini, kedua siswa yang berada di RSUD Indramayu tersebut terus mendapatkan terapi pemulihan cairan tubuh guna menetralisir gangguan pencernaan, sementara puluhan siswa lainnya di Puskesmas Rambatan didampingi oleh orang tua serta pihak sekolah.


​Menanggapi insiden memprihatinkan ini, Korwil SPPG Indramayu, Ayu Nabila Sihintya, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan memberikan keterangan resmi karena pihak manajemen sempat memprioritaskan keselamatan korban di lapangan. 


"Mohon maaf, Pak, kami tadi fokus penanganan dulu. Untuk di SDN 1 Rambatan Wetan, setelah dilakukan pengecekan, kemungkinan besar bersumber dari susunya. Karena ketika dicek, susunya menggumpal, padahal dari segi expired date tertera masih lama, yaitu 08/03/2027," ungkap Ayu memberikan kejelasan.


Ayu juga menambahkan, "Mereknya susu dalam menu MBG yang dikonsumsi ialah clevo pak, kemudian saat ini SPPG sudah diterbitkan Surat suspend dari BGN Pusat,"


​Pernyataan senada turut diperkuat oleh kesaksian masyarakat setempat berinisial KJ, yang membenarkan kejadian kepanikan massal tersebut, sementara pihak manajemen Dapur SPPG hingga kini masih belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut untuk dimintai keterangan resmi. (Tomsus).

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.