Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Usai Pengundian Nomor Urut Pilkades Sukaringin, Dua Kubu Pendukung Terlibat Baku Hantam

Jumat, 11 September 2026 | Jumat, September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-10T18:00:08Z

 
BEKASI —  tampahan com ,,Suasana politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, memanas. Penetapan dan pengundian nomor urut bakal calon kepala desa yang digelar Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, berujung kericuhan antarpendukung setelah acara selesai.

Keributan pecah ketika rombongan pendukung dan tim pemenangan calon yang disebut sebagai kubu “MD” (Haji Markim dan Haji Darta Dwi Putra) mengarak kepulangan calon menuju kediamannya di Kampung Kepuh, Desa Sukaringin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, ketegangan bermula saat rombongan melintasi jalan raya yang berada di kawasan basis pendukung calon lain. Saling ejek dan gesekan antarkelompok kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong hingga berujung baku hantam di tepi jalan.

Situasi tersebut sempat membuat arus lalu lintas di kawasan Sukaringin tersendat hingga mengalami kemacetan.

Salah seorang warga Sukaringin, Radi alias Olil, bahkan disebut menjadi korban ketika tengah merekam situasi menggunakan kamera ponselnya melalui siaran langsung. Ia diduga mendapat tendangan dari salah seorang simpatisan kubu lawan.

Kericuhan juga dialami Jary, mantan Ketua BPD Desa Sukaringin sekaligus Ketua Gapoktan Kecamatan Sukawangi, yang saat itu berada bersama rombongan pendukung MD.

Jary mengaku awalnya hendak pulang setelah seluruh proses pengundian nomor urut selesai. Namun, saat rombongan masyarakat melintas di lokasi tempat pendukung calon lain berkumpul, situasi tiba-tiba memanas.

«“Saya mau pulang karena melewati mereka yang sedang kumpul. Tiba-tiba kita (masyarakat) diduga tidak dikasih jalan atau dihalang-halangi, seperti sengaja begitu. Akhirnya situasi makin panas dan terjadi saling dorong,” ujar Jary.»

Menurutnya, situasi kemudian berubah menjadi aksi fisik. Jary mengaku mengalami luka memar serta goresan di bagian wajah akibat kejadian tersebut.

“Ini saya juga luka memar dan ada goresan cakaran di wajah. Ada beberapa korban lainnya,” katanya.

Kericuhan tersebut akhirnya berhasil diredam setelah aparat gabungan yang terdiri dari unsur TNI, kepolisian, Linmas, serta warga sekitar turun tangan memisahkan kedua kelompok.

Petugas kemudian mengimbau para pendukung masing-masing bakal calon kepala desa agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Insiden tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian setempat. Belum diketahui secara pasti apakah terdapat laporan resmi dari seluruh pihak yang merasa dirugikan dalam kericuhan tersebut.

Aparat diharapkan dapat melakukan langkah antisipasi dan pengamanan lebih ketat agar gesekan antarpedukung tidak kembali terjadi pada tahapan Pilkades berikutnya.

Pilkades seharusnya menjadi ruang demokrasi bagi masyarakat desa, bukan justru berubah menjadi arena benturan antarpendukung.

Aceng

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.