Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tirta Kahuripan Tegaskan Komitmennya Dukung Pemkab Bogor Atasi Dampak Kemarau

Selasa, 28 Juli 2026 | Selasa, Juli 28, 2026 WIB Last Updated 2026-07-28T04:03:37Z

Bogor,TAMPAHAN.COM Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menyatakan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam penanganan dampak bencana kekeringan selama musim kemarau 2026.


Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan (SK) Bupati Bogor Nomor 300.2/11/KEP-TD/BPBD tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan di Kabupaten Bogor Tahun 2026.


Sebagai bentuk dukungan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan membuka akses delapan instalasi pengolahan air (IPA) sebagai stasiun pengisian air bersih bagi mobil tangki.


Selain itu, perusahaan juga menyiapkan 12 armada mobil tangki untuk membantu pendistribusian air bersih serta mengoptimalkan penggunaan Water Treatment Plant (WTP) mobile di wilayah yang rawan mengalami kekeringan.


Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, mengatakan bahwa selain memberikan pelayanan kepada pelanggan, pihaknya juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat saat terjadi kondisi darurat.


“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih, kami memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Hingga saat ini tercatat 385.000 liter air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang sudah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor,” ujar Abdul Somad, Selasa (28/7/2026).


Ia mengimbau pelanggan maupun masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau.


Menurutnya, penggunaan air sebaiknya diprioritaskan untuk kebutuhan pokok, disertai upaya menampung air sebagai cadangan serta menjaga sumber-sumber air dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai yang dapat mengganggu proses produksi air bersih di instalasi pengolahan.


Bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih, permohonan bantuan dapat diajukan melalui pemerintah desa untuk diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.


“Selanjutnya, BPBD akan melakukan asesmen kebutuhan dan mengoordinasikan pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki bersama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Sosial (Dinsos), PMI, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” jelas Abdul Somad


Melalui sinergi antara perangkat daerah dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya air, diharapkan kebutuhan air bersih selama musim kemarau tetap terpenuhi sehingga dampak bencana kekeringan di Kabupaten Bogor dapat diminimalkan.


“Tentunya kita berdoa semoga bencana kekeringan ini tidak berlangsung lama,” pungkas Abdul Somad.(TIM/RED)

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.