Bangunan yang seharusnya menjadi penunjang kegiatan belajar mengajar tampak tidak dimanfaatkan secara optimal dan dinilai membutuhkan perhatian serius.
Saat tim media mendatangi sekolah untuk melakukan konfirmasi, Kepala UPTD SD Lumbanpea, Halomoan Tambunan, S.Pd, awalnya menyampaikan bahwa tidak tersedia anggaran untuk perawatan gedung perpustakaan.
Dalam keterangannya, kepala sekolah juga mengatakan bahwa kondisi gedung telah diketahui Pemerintah Kabupaten Toba dan pihak pemerintah disebut sudah pernah turun langsung ke lokasi.
Ia juga mengklaim sekolah rutin melakukan pembabatan rumput di sekitar bangunan.
Namun, berdasarkan hasil penelusuran dan pengamatan langsung tim media di lapangan, kondisi gedung dinilai tidak sesuai dengan penjelasan tersebut.
Bangunan terlihat tidak terawat sehingga memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan aset sekolah serta pemanfaatan anggaran pemeliharaan.
Kondisi ini memicu sorotan masyarakat yang meminta Pemerintah Kabupaten Toba, Dinas Pendidikan, serta aparat pengawas internal untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya yang berkaitan dengan biaya pemeliharaan sarana dan prasarana.
Jika dalam proses audit nantinya ditemukan adanya penyimpangan, maka penanganannya diharapkan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebaliknya, apabila tidak ditemukan pelanggaran, hasil audit tersebut juga penting untuk memberikan kepastian dan menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pendidikan.
(Tomuan S)
.jpeg)
