INDRAMAYU, tampahan.com – Sejumlah relawan yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lelea 4 menyampaikan keluhan serius terkait kondisi kerja dan tata kelola manajemen di unit tersebut. Mereka menilai adanya praktik kepemimpinan yang melampaui batas dan ketidakjelasan pembagian tugas yang berdampak pada kesejahteraan para pekerja lapangan. Sabtu (4/4/2026).
Berdasarkan pernyataan sikap yang diterima, terdapat tiga poin utama yang menjadi dasar keberatan para relawan terhadap operasional SPPG Lelea 4. Penyalahgunaan Wewenang Asisten Lapangan (Aslap), para relawan menuding oknum Asisten Lapangan (Aslap) memiliki wewenang yang terlalu berlebihan dan cenderung arogan.
Hal ini terlihat dari adanya tindakan pemecatan relawan secara sepihak tanpa melalui prosedur yang jelas atau kesalahan yang terverifikasi. Tindakan "semau sendiri" ini dinilai menciptakan iklim kerja yang tidak sehat dan penuh tekanan. Padahal, secara nasional, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menegaskan bahwa mitra maupun pengelola SPPG dilarang memecat relawan secara sembarangan, terutama jika menyangkut alasan teknis yang di luar kesalahan personal berat.
Dugaan tidak profesionalan manajemen SPPG Lelea 4 juga menjadi sorotan tajam. Para relawan merasa tenaga dan keringat mereka dikuras tanpa kompensasi atau perlindungan kerja yang seimbang. Mereka menilai manajemen hanya berorientasi pada pencapaian target tanpa mempedulikan hak-hak dan kondisi fisik para relawan yang menjadi garda terdepan dalam penyediaan gizi.
Ketimpangan struktural juga terjadi dalam pembagian tugas antara Aslap dan Kepala Dapur. Di lapangan, peran Aslap disebut jauh lebih dominan dan seringkali mengintervensi teknis dapur yang seharusnya menjadi wewenang penuh Kepala Dapur. Tumpang tindih ini menyebabkan kebingungan koordinasi dan mengganggu efektivitas kerja di area dapur pemenuhan gizi.
"Kami ingin bekerja dengan tenang untuk menyukseskan program gizi ini, tapi jika manajemennya amburadul dan ada intimidasi dari Aslap, semangat relawan pasti luntur," ujar salah satu perwakilan relawan Toip, S.Pd.I.
Keberatan dari relawan SPPG Lelea 4 ini diharapkan menjadi atensi bagi otoritas terkait untuk segera melakukan audit internal dan perbaikan manajemen demi keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berkualitas dan manusiawi.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari KaSPPG dan Mitra Investor terkait pemecatan sepihak. Lebih lanjut, Korwil SPPG Kabupaten Indramayu Ayu Nabila Shintiya juga belum membalas pesan whatsapp konfirmasi wartawan dermayupost.(Tomi susanto)
