INDRAMAYU, tampahan.com – Persoalan sampah plastik yang kerap menjadi beban lingkungan kini menemukan solusi kreatif di tangan para kader Partai NasDem Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Berbekal kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, mereka berhasil mengubah limbah plastik menjadi produk material bangunan berupa batako dan paving block.
Langkah ini menjadi harapan baru dalam meminimalkan volume sampah plastik yang sulit terurai, sekaligus mengubahnya menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Proses Kreatif: Dari Limbah Menjadi Material Bangunan
Inovasi ini dilakukan dengan mengumpulkan sampah plastik dari lingkungan sekitar dan partisipasi masyarakat.
Proses produksinya dilakukan secara manual namun terukur; sampah plastik dibakar hingga meleleh, kemudian dicampur dengan pasir dan oli bekas. Setelah adonan menyatu, cairan tersebut dituangkan ke dalam cetakan batako.
Meskipun masih menggunakan peralatan sederhana, para kader NasDem berkomitmen untuk terus konsisten melakukan aksi nyata ini demi membantu pemerintah daerah dalam menangani permasalahan sampah.
Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OK) DPD NasDem Kabupaten Indramayu, Wahidin, memberikan apresiasi tinggi saat meninjau langsung proses pembuatan di Krangkeng, Kamis (30/4).
Menurutnya, aksi ini merupakan implementasi nyata dari instruksi Ketua DPD NasDem Indramayu, Lucky Hakim, agar kader aktif bergerak membersihkan lingkungan.
"Kegiatan ini sangat luar biasa dan sejalan dengan program Pemerintah Daerah Indramayu dalam gerakan kebersihan lingkungan. Ini adalah inisiatif mandiri dari pengurus DPC Krangkeng yang patut dicontoh," ujar Wahidin.
Target Kolaborasi dan Keberlanjutan
Ketua DPC NasDem Krangkeng, Danalih, mengungkapkan bahwa ide ini bermula dari keprihatinan melihat banyaknya sampah plastik yang berserakan.Hingga saat ini, mereka rutin melakukan aksi pengolahan setiap akhir pekan.
"Setiap Sabtu sambil berkumpul, kami sudah mengolah ratusan kilogram sampah plastik menjadi sekitar 30-an batako. Meski prosesnya masih manual dan memakan waktu, kami ingin sampah ini tidak lagi mencemari lingkungan," jelas Danalih.
Ia menambahkan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mencari metode produksi yang lebih efisien dan modern. "Kami siap bersinergi agar inovasi ini bisa lebih berdampak luas bagi masyarakat Indramayu," pungkasnya. (Tomsus).
