TOBA(TAMPAHAN.COM)Anggota DPR RI Komisi IX, Dr. Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus, BSBA, MBA, kembali melakukan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI di Desa Sitoluama, Kabupaten Toba, Jumat (6/3/2026) pukul 10.00 WIB.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Erdianta Sitepu, SKM, M.Han selaku Kasubbag Tata Usaha KPPG Medan Wilayah Kerja Sumatera Utara dan Aceh yang mewakili BGN Pusat, serta dr. Freddy S. Sibarani, MKM, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba. Acara juga dihadiri tokoh masyarakat dan ratusan warga setempat.
Dalam sambutannya, Sihar Sitorus menegaskan bahwa Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
“Program MBG adalah upaya strategis untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing di masa depan,” ujar Sihar.
Dalam kesempatan tersebut, Sihar juga mendorong agar makanan khas daerah dijadikan bagian dari menu program MBG di Kabupaten Toba. Ia secara khusus mengusulkan mie gomak dan lapet sebagai contoh kearifan lokal yang dapat diangkat dalam program tersebut.
“Saya menyarankan agar makanan kearifan lokal seperti mie gomak dan lapet bisa menjadi bagian dari menu MBG di 23 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Toba. Misalnya satu atau dua kali dalam seminggu, atau minimal beberapa kali dalam satu bulan,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan menu lokal tidak hanya memperkaya variasi makanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Produk pertanian lokal dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan bahan baku program MBG.
“Kita ingin masyarakat bisa menjual hasil pertanian dan bahan baku lokalnya. Ke depan, ini bisa terintegrasi dengan koperasi Merah Putih sehingga memberi dampak ekonomi bagi warga,” ujarnya.
Sihar juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dapur dan kualitas makanan yang disajikan dalam program tersebut. Ia meminta pengelola SPPG memastikan standar higienitas dapur serta kualitas masakan yang diolah oleh para juru masak.
Sementara itu, perwakilan BGN Pusat, Erdianta Sitepu, menjelaskan bahwa Program MBG bertujuan memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi setiap hari.
Di Kabupaten Toba sendiri, terdapat 23 SPPG yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, dengan alokasi anggaran sekitar Rp900 juta untuk setiap SPPG.
“Program ini bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi juga investasi masa depan bangsa. Presiden Prabowo ingin melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing pada 2045,” kata Erdianta.
Ia juga mengajak orang tua untuk lebih peduli terhadap pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak, sekaligus mendorong percepatan pembangunan dapur dan fasilitas pelayanan gizi di daerah.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, dr. Freddy S. Sibarani, mengingatkan pentingnya pola hidup sehat untuk mencegah berbagai penyakit kronis. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan perlu terus ditingkatkan.
“Kita melihat angka penyakit paru kronis di Kabupaten Toba cukup tinggi. Karena itu masyarakat perlu menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, misalnya dengan rutin berjalan kaki atau berolahraga,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari total 23 SPPG yang direncanakan di Kabupaten Toba, sebanyak 16 unit sudah mulai berjalan. Dinas Kesehatan juga turut terlibat dalam memberikan edukasi, khususnya terkait pencegahan keracunan pangan dalam pengolahan makanan.
Program MBG sendiri menyasar peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, baik negeri maupun swasta, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan BGN Sumatera Utara, Miranda Sihombing selaku Koordinator Wilayah BGN Sumut, Anggota DPRD Kabupaten Toba Fidel Hutahean, Kepala Desa Sitoluama Darma Pangaribuan, serta ratusan undangan lainnya.(TOMUAN SIBARANI)
.jpg)