Indonesia(TAMPAHAN.COM) Pers Chanel, OKU Timur SumSel, Seorang oknum Kepala Sekolah inisial (Dd) di Sekolah Menengah Atas (SMA) KHARISMA yang ada di Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur SumSel, di DUGA anti wartawan, dengan berpesan kepada salah satu guru pengajar sebagai Humas " bahwa dia tidak mau bertemu dengan wartawan dan tidak mau bekerja sama dengan wartawan" hal ini untuk di sampaikan kepada siapa saja wartawan/awak media yang berkunjung ke sekolah tersebut.
23 Febuari 2026.
Hal ini di ketahui ketika wartawan/awak media dari Indonesia Pers saat berkunjung ke SMA KHARISMA Buay Madang yang di sambut oleh salah satu guru pengajar selaku Humas yang bertanya, "mau bertemu dengan siapa ? Wartawan menjawab ingin bertemu dengan bapak kepala sekolah, guru Humas menjawab "Bapak sedang zoom pesan bapak dia enggak mau bertemu dengan awak media dan enggak mau bekerja sama dengan media, itu pesan nya, cukup dengan saya saja".
Setelah mengisi buku tamu dengan alasan ingin melihat bangunan sekolah yang baru saja di bangun awak media meminta izin untuk berkeliling dari pantauan awak media terlihat beberapa gedung rumbel (ruang belajar) yang sudah lama tak terawat di mana gedung gedung cat nya terlihat sudah sangat kusam serta pelapon pada jebol sangat terlihat bangunan tersebut sudah lama tak ada pemeliharaan nya, yang sangat berbahaya bagi keselamatan anak didik di saat proses belajar.
Melihat kondisi yang ada Tomo selalu ketua LSM CAPA DPC OKU Timur, "Saya tidak main main dengan kondisi sekolah yang seperti ini, dimana dana BOS nya itu perlu di pertanyakan..? kan sudah jelas bahwa di dalam dana bos itu ada dana untuk pemeliharaan sekolah. Dana BOS itu setiap tahun nya di kucurkan oleh pemerintah, temuan ini akan segera saya lapor kan" Tegas nya !!.
Dengan di terbitkan nya berita ini kepada Diknas Propinsi dan pihak yang terkait untuk segera menanggapi dan turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta memberikan tindakan tegas.
Dan kepada Kepala sekolah yang bersangkutan jawaban dan Klaripikasi nya sangat kami nanti kan guna keseimbangan dalam pemberitaan.
Tim.



