Depok (TAMPAHAN.COM)Ibadah dan perayaan Natal Persekutuan Gereja Gereja Indonesia Setempat (PGIS) Kota Depok tahun 2026 penuh dengan hikmat. Natal tersebut digelar di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kamboja,Jumat (15/1/2026).
Perayaan Natal tahun ini dihadiri kisaran dua ribu dua ratus lebih jemaat yang telah bergabung dalam anggota PGI-S Kota Depok dengan 99 Gereja. Tema Natal : Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga' (Matius 1:21-24) dengan sub tema : Keluarga Kristen dan Gereja di Kota Depok dipanggil untuk mewujudkan Damai Sejahtera, Keadilan, Keutuhan Ciptaan dan Terang Tuhan untuk Kesejahteraan Kota Depok.
Dalam perayaan Natal tahun ini di meriahkan oleh artis Joy Tobing dan Jesselyn Tambunan beserta Paduan Suara , PS Gabungan Komisi Perempuan, PS Gabungan Komisi Lansia, Orkes Keroncong GKI Cinere, Angklung GPIB se-Kota Depok, Paduan Suara Anak Depok, Koor Perkumpulan Seniman Batak.
Hadir Dandim 0508, Dirjen Bimas Kristen Kemenag Pusat yang diwakili oleh Bimas Kristen Kemenag Kota Depok Kanton Gultom, Ketua MP PGIW Jawa Barat Pdt. Jahenos Saragih, Perwakilan FKUB , Tokoh Agama Habib Reza, Kasat Intel Polresta Depok Kompol Bintang Sirait, Camat Sukmajaya Christine Tobing, Perwakilan Kesbangpol Arson, Anggota DPRD Depok Binton Nadapdap, Samuel Situmorang, Frans Samosir, Mewakili Pemuda Kristiani Depok Vanny serta para pendeta denominasi setiap gereja yang ada.
Dalam pesan Natal yang disampaikan Pdt Ridoi Batubara dari Preases HKBP Deboskab menyampaikan Tuhan yang membentuk keluarga, oleh karena Tuhan yang bentuk,Dia selalu hadir dalam setiap problema,persoalan keluarga dan memperbaiki , agar keluarga itu layak dimata Tuhan,masyarakat serta pemerintah. "Oleh karena itu tetaplah setia, Tuhan penolong keluarga yang berharap padaNya, "tuturnya.
Ditemui media , Sekum PGIS Mangaranap Sinaga didampingi Ketua Panitia Natal Jisman Hutasoit mengatakan,"apresiasi kepada seluruh panitia yang bekerja keras hingga terselenggaranya Natal hari ini, persiapannya dua bulan sebelum terselenggaranya kegiatan,"ungkapnya.
"Namun kami seluruh panitia Natal PGIS sangat kecewa dengan ketidakhadiran Wali Kota atau pun Wakil Wali Kota dalam acara Natal 2026. Kita sangat kecewa, kenapa? PGIS organisasi terbesar Kristen yang diutus seorang staff untuk menyampaikan sambutannya disini. Kesempatan tidak kami berikan, bila dia tidak mau memberikan kesempatan pada PGIS, "ujarnya.
"Pemimpin itu kecontohan, toleransi harus dimulai dari diri pemimpin daerahnya," jelasnya. Sepuluh sudah, surat kami kesana tidak satupun yang dibalas,"tuturnya kesal.
"Persoalan Wisma SY : Benar Serikat WSY bisa misa sekarang, tapi jejak digital tidak bisa di bohongi, tanggal 24-25 Desember mereka dilarang, tanya keuskupan Agung Jakarta, jangan tanya gereja Katolik Pondok Cina Depoknya.
"Kami punya bukti digereja Katolik, dikasih bon kosong, namun cuman dikasih kue kotak, disuruh tanda tangan, tanda terima kosong. Rekam jejak digital ada, difoto tiga ratus kotak,"paparnya.
" Hal tadi FKUB menyampaikan sambutannya mengatakan pemerintah sekarang toleran , itu tdak benar. Kami punya empat gereja sulitnya mendirikan rumah ibadah. Kami menerima satu pernyataan, di Sawangan belum ada berdiri gereja dan tidak boleh berdiri gereja, Saya jawab, 7000 orang Kristiani di Sawangan, terus kalian kasih ibadah dimana? Itukah arti toleransi ??,"tutup Sekum PGIS Mangaranap Sinaga yang didampingi Ketua PGIS Pdt. Romy S Palit dan Ketua Panitia Jisman Hutasoit.
(ish)
