OKU Timur, Sum-Sel.
TAMPAHAN.com, Proyek pembangunan satu gedung besar yang akan di gunakan sebagai ruang kelas dan dua gedung untuk ruang Osis serta ruang UKS lengkap dengan perabotan nya di SMK Negeri 2 Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.
Berasal dari Dana APBN DAK Reguler Tahun Anggaran 2023 yang di kerjakan secara Swakelola oleh pihak Sekolah.
Di DUGA dalam pelaksanaan nya, pembangunan gedung yang menelan biaya Milyaran rupiah tersebut tidak sesuai dengan RAB dan di kerjakan dengan asal yang penting jadi.
Sabtu, (06/10/2023).
Berbekal informasi yang di berikan oleh masarakat yang dari awal mengawasi jalan nya pembangunan gedung tersebut.
Tim (Gabungan dari LSM dan Wartawan) yang
sedang menjalankan tugas nya sebagai Kontrol Sosial, langsung melakukan Investigasi.
Hasil Investigasi awal yang di lakukan tim di lokasi pembangunan terpantau ada nya kejanggalan mulai dari pemasangan pondasi yang cuma satu lapis tebal nya.
Di waktu dan hari yang terpisah tim melakukan Investigasi yang kedua, terpantau pada
Pemasangan atap rangka baja yang di pasang rangka baja yang tidak sesuai standar nya.
Yang membuat tim, merasa heran dan bingung, kenapa di tahap kedua dana pencairan pembangunan belum turun tetapi atap rangka baja sudah terpasang yang seharus nya di lanjutkan/terpasang setelah dana untuk tahap kedua turun/di cairkan.
masukkan script iklan disini
Saat di kompirmasi oleh tim ke Kepala Sekolah inisial (SV) kenapa pemasangan atap sudah terpasang pada hal tahap kedua belum turun ?
Kepala sekolah (SV) menjawab, "saya bon dulu di Toko material di sekitar sini."
Seraya membantah ada nya kejanggalan kejanggalan yang di temukan oleh tim pada pembangunan gedung tersebut.
Ketua LSM Libra Indonesia DPC OKU Timur (Maral Sani, S.Kom) setelah Investigasi, saat diwawancarai Wartawan Indonesia-pers.com mengatakan, "Temuan temuan hasil Investigasi pada proyek pembangunan gedung di SMK Negeri 2 Semendawai Suku III akan segera saya laporkan, berkas pelaporan secepat nya akan saya lengkapi,"
Lanjut Sani,
"Apa lagi hasil Investigasi yang kedua, kenapa atap rangka baja sudah terpasang pada hal dana untuk tahap kedua belum turun/belum di cairkan.
Ini menimbulkan pertanyaan dan pr bagi saya, "Jelas nya.
Sampai berita ini di terbit kan belum ada jawaban dari Kepala sekolah yang bersangkutan.
(Tim)



