Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kepala SDN Pondok Rangon 03 Pagi Diduga Mark Up Gaji Honorer

Jumat, 22 September 2023 | Jumat, September 22, 2023 WIB Last Updated 2023-09-22T08:34:14Z



Makin tertutup, hal tersebut diperlihatkan oleh Kepala SDN Pondok Rangon 03 Pagi Kecamatan Cipayung Jakarta Timur Saefudin ketika diminta keterangan oleh awak media seputar penggunaan dana BOS/BOP tahun 2023, Jum’at (22/9/23).


“Ketika ditanya mengenai apa saja yang telah dikerjakan oleh sekolah melalui dana BOS/BOP 2023”. Terkait masalah pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah, kegiatan exstrakurikurikuler, belanja bahan – bahan lainnya, honorer, pembelian personal komputer dan lainnya?


Saefudin mengatakan sudah dilaporkan ke sudin, plus minus ada, kalau sempurna kita hanya manusia biasa.


“Bingung saya jawabnya karena sudah di buat laporan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ), seraya mengatakan bahwa yang berhak mempertanyakan masalah kegiatan yang telah dilakukan sekolah adalah pihak dinas,” ujarnya?


Kembali awak media menyampaikan kepada kepala sekolah, apa yang dipertanyakan masih seputar kegiatan sekolah yang menggunakan dana BOS/BOP. Merupakan anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah untuk kegiatan sekolah. Dan penggunaan anggaran harus dan mudah di akses oleh publik untuk dapaf diketahui.


Saefudin hanya mengatakan iya” namun tetap saja tidak memberikan penjelasan apa – apa terhadap apa yang dipertanyakan oleh awak media.


Sebelumnya Saefudin, mempertanyakan legalitas awak media, setelah diperlihatkan dengan jelas, semua yang diminta. Masih saja mempertanyakan sudah tergabung di organisasi kewartawanan apa, tanya dia kembali?


Mengengenai honorer ada indikasi mark up, semisal gaji pegawai honorer Rp. 2,5 juta namun yang dianggarkan dalam e – RKAS melebihi nilai tersebut. “Ada pungutan uang kas kelas di wajibkan oleh sekolah tersebut melalui Kordinator Kelas (Korlas) tiap bulannya kepada seluruh siswa”.


Pengurus LSM GEMBOK Harry, mempertanyakan apa kapasitas oknum kepala sekolah menanyakan wartawan tergabung di organisasi apa, kalau mempertanyakan legalitas dan indentitas wajar, kalau masih melebar kurang ajar,” kata Harry sambil tersenyum.


Kasudin Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Timur Yanto, ketika hendak diminta tanggapannya terkait hal tersebut, melalui telphone seluler belum dapat dihubungi.(tim)

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.