Suasana TAMPAHAN.COM duka menyelimuti prosesi pemakaman tiga korban pembunuhan satu keluarga di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Tulang Bawang, Lampung. Sebelum jenazah dimakamkan, anak korban, Agustin Putri Rahmadini, menjalani ijab kabul dengan Nasrul Safaat di hadapan jenazah kedua orang tuanya.
Agustin merupakan anak Hasanah (56) dan Rahmat (69), dua dari tiga korban pembunuhan yang ditemukan tewas di rumahnya pada Senin (5/10/2026). Satu korban lainnya adalah DKP (14), adik Agustin.
Kapolsek Banjar Agung AKP Irwansyah mengatakan pernikahan Agustin dan Nasrul memang telah direncanakan sebelumnya. Namun, rencana tersebut berubah setelah Hasanah, Rahmat, dan DKP ditemukan meninggal dunia.
"Anaknya memang mau nikah di bulan-bulan ini. Kebetulan orang tuanya meninggal bulan ini," katanya, Selasa (6/10/2026).
Keluarga kemudian tetap melaksanakan ijab kabul sebelum jenazah ketiga korban dimakamkan. Prosesi tersebut dilakukan sebagai bentuk nazar keluarga.
"Ya akhirnya nazar, menyampaikan nazar mereka nikah di depan, sebelum dikubur, di depan jenazah," ujarnya.
Irwansyah menegaskan prosesi tersebut hanya berupa ijab kabul. Tidak ada pesta maupun resepsi pernikahan.
"Nggak, ijab kabul aja. Ijab kabul aja dinikahin oleh wali di depan jenazah ibu bapaknya," jelasnya.
Ijab kabul berlangsung sekitar pukul 09.00-10.00 WIB. Setelah prosesi selesai, jenazah Rahmat, Hasanah, dan DKP kemudian dibawa ke pemakaman desa setempat.
Diketahui, ketiga korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumah pada Senin pagi. Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah anak korban datang ke rumah sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat itu, pintu rumah dalam kondisi terkunci. Tidak mendapat jawaban dari dalam rumah, anak korban kemudian membuka pintu secara paksa dan mendapati orang tuanya serta adiknya telah meninggal dunia.
"Memang anaknya itu yang melaporkan. Kita dapat WhatsApp dari anak korban dalam keadaan histeris memberitahukan orangtuanya ditusuk," kata Irwansyah.
Polisi yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi. Dari pemeriksaan awal, ketiga korban ditemukan mengalami luka akibat benda tajam dan benda tumpul.
Polisi kemudian mengidentifikasi AF (35), yang merupakan adik Hasanah sekaligus paman DKP, sebagai terduga pelaku.
AF diduga melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Lampung Timur. Polisi mendapat informasi keberadaannya di wilayah Purbolinggo dan langsung melakukan pengejaran.
Saat hendak diamankan, AF disebut melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam. Polisi sempat memberikan tembakan peringatan sebelum akhirnya melakukan tindakan tegas terukur.
AF kemudian dibawa ke RSUD Sukadana. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dia dinyatakan meninggal dunia.
Polisi masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut. Irwansyah menyebut berdasarkan informasi awal, AF pernah terlibat perkara pembunuhan terhadap kakaknya di Tangerang.
AF juga disebut pernah menjalani perawatan terkait gangguan kejiwaan. Namun, polisi masih akan memastikan informasi tersebut melalui rekam medis.
"Dia ini pernah membunuh kakaknya yang paling tua di Jawa, Tangerang," ujarnya. (Detik)
#nikah #ijabkabul
