Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Percikan Tungku Diduga Picu Kebakaran Pabrik Tahu di Banjar, Kerugian Capai Rp80 Juta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | Sabtu, Oktober 03, 2026 WIB Last Updated 2026-10-03T07:57:31Z

Banjar(TAMPAHAN.COM)Api tiba-tiba membesar saat aktivitas produksi tahu sedang berlangsung di sebuah pabrik di Dusun Gardu, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Kamis (1/10/2026) sore. Percikan dari tungku kayu yang digunakan untuk memasak kedelai diduga menjadi pemicu kebakaran yang menghanguskan bagian pabrik dan menimbulkan kerugian sekitar Rp80 juta.


Kobaran api pertama kali terlihat oleh Doni, pekerja pabrik, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu proses pemasakan tahu sedang berlangsung. Doni melihat api muncul di bagian atas tempat pemasakan dan langsung meminta bantuan pekerja lainnya.


Upaya pemadaman awal dilakukan menggunakan selang air. Namun api justru cepat membesar karena tertiup angin. Warga yang mengetahui kejadian kemudian berdatangan membantu sekaligus menghubungi Damkar Kota Banjar.


Tiga unit kendaraan pemadam kebakaran bersama water tank akhirnya tiba di lokasi. Petugas dibantu warga langsung melakukan pemadaman hingga kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.05 WIB.


Kapolsek Banjar AKP Yudi Ristiyanto, S.H. mengatakan, polisi langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kebakaran dengan mendatangi lokasi, meminta keterangan para saksi dan memeriksa kondisi area yang terdampak.


“Dari keterangan awal yang kami terima, kebakaran terjadi ketika proses produksi sedang berlangsung. Pabrik menggunakan tungku kayu yang dibantu blower, sehingga kami masih mendalami titik awal api dan memastikan penyebabnya berdasarkan kondisi di lokasi serta keterangan saksi,” ujar AKP Yudi.


Polisi juga mendalami penggunaan tungku dan blower dalam proses produksi, termasuk kemungkinan percikan api yang terbawa ke bagian atas bangunan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh dan tidak semata-mata berdasarkan dugaan awal.


AKP Yudi mengingatkan pemilik usaha yang menggunakan tungku berbahan bakar kayu agar meningkatkan pengawasan selama proses produksi, terutama terhadap bagian bangunan yang berada dekat dengan sumber panas.


“Dalam aktivitas produksi yang menggunakan api atau sumber panas, pengawasan tidak boleh lengah. Tungku, blower, saluran pembuangan asap dan area sekitar sumber api harus dipastikan aman agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.


Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Sementara kerugian materi yang dialami pemilik pabrik diperkirakan mencapai Rp80 juta. Polisi bersama instansi terkait memastikan penanganan dilakukan untuk mengetahui secara jelas penyebab kebakaran sekaligus mencegah munculnya risiko kebakaran susulan.(RD)

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.