Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Digelar dengan Anggaran Rp1,17 Miliar, Revitalisasi SDN 1 Tapos Depok Terus Berjalan, Namun Konfirmasi Progres Masih 'Sulit' Ditemui

Rabu, 30 September 2026 | Rabu, September 30, 2026 WIB Last Updated 2026-09-30T01:47:47Z

DEPOK TAMPAHAN.COM_Program revitalisasi SDN 1 Tapos, Kecamatan Tapos, Depok, yang digenjot melalui anggaran APBN Tahun 2026 senilai Rp1.177.268.904, tengah menunjukkan progres fisik yang nyata. Namun, di balik deru aktivitas pembangunan, upaya untuk mengonfirmasi detail proyek ini kepada pihak berwenang di sekolah justru menemui jalan buntu.


Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (29/9/2026), pekerjaan yang memiliki durasi 150 hari kalender (28 Juni – 28 November 2026) tersebut telah memasuki tahap krusial: pengerjaan lantai dua. Aktivitas para pekerja yang sibuk memasang kerangka baja ringan terlihat jelas menandakan keseriusan proyek ini. 


Sayangnya, fakta di lapangan ini berbanding terbalik dengan ketersediaan informasi resmi. Saat media berupaya mengonfirmasi progres dan rincian kegiatan, Kepala SDN 1 Tapos tidak berada di lokasi. Menurut seorang guru bernama Warto, sang kepala sekolah sedang menghadiri rapat di Gedung PGRI, GDC. 


Ini bukan kali pertama upaya konfirmasi mengalami kebuntuan. Media tercatat telah dua kali mendatangi sekolah, termasuk pada bulan lalu, namun kepala sekolah konsisten tidak berada di tempat.


**Misteri 'Selamet' dan Minimnya Transparansi Panitia**


Ketika dimintai keterangan, Warto dengan jujur menyampaikan bahwa ia tidak tergabung dalam Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Oleh karena itu, ia merasa tidak memiliki kapasitas untuk menjawab pertanyaan teknis secara rinci. 


Warto kemudian mengarahkan media untuk berbicara dengan seorang pria bernama Selamet. Namun, siapa sebenarnya Selamet dan apa peran resminya dalam kepanitiaan P2SP, masih menjadi tanda tanya besar. 


“Sudah bertemu dengan Selamet di lokasi?” tanya Warto kepada tim media. 


Anehnya, berdasarkan pengamatan langsung di lokasi proyek, sosok bernama Selamet tidak terlihat berada di area pembangunan. Akibatnya, hingga kunjungan kedua ini, publik masih belum mendapatkan informasi langsung dari pihak yang berwenang mengenai detail revitalisasi, seperti jumlah ruangan yang direhab, spesifikasi perbaikan, atau potensi penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).


**Harapan Baru: Akhir dari Sistem Masuk Siang**


Di tengah minimnya transparansi informasi, ada cahaya harapan yang kuat dari sisi akademis. Warto menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap program ini. Baginya, revitalisasi ini adalah kunci untuk mengakhiri sistem belajar bergilir yang selama ini memberatkan.


“Kami sangat bersyukur dengan adanya revitalisasi ini. Nantinya, semua peserta didik bisa masuk pagi. Tidak ada lagi yang masuk siang, sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bisa terlaksana dengan maksimal,” ujar Warto penuh harap.


Saat ini, SDN 1 Tapos menaungi 178 siswa. Demi kelancaran pendidikan selama proses renovasi, kegiatan belajar mengajar terpaksa "menumpang" di SDN 3 Tapos. 


Warto memaparkan transformasi fisik yang akan terjadi. Sebelumnya, sekolah ini hanya memiliki enam ruangan (lima untuk KBM dan satu kantor). Pasca-revitalisasi, kapasitas akan bertambah signifikan dengan adanya dua ruangan tambahan di lantai atas. 


“Dulu itu hanya ada enam ruangan. Nah, sekarang nambah dua ruangan di atas. Jadi totalnya akan ada enam ruang kelas, satu perpustakaan, dan satu ruang guru,” jelasnya.


Dengan penataan ruang yang jauh lebih memadai, masyarakat dan orang tua siswa kini menanti-nanti. Harapan besarnya sederhana: semoga transparansi informasi proyek ini segera menyusul, agar pembangunan fisik yang berjalan baik ini dapat benar-benar bermuara pada optimalisasi pendidikan bagi 178 siswa SDN 1 Tapos.

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.