PADANG PARIAMAN (SUMBAR) TAMPAHAN,COM Rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Surau Sikumbang Bisati, Sungai Sarik, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, berlangsung meriah hingga acara penutupan. Salah satu rangkaian yang menjadi perhatian masyarakat adalah arak-arakan Hoyak Bungolado (Gajombong) yang diikuti masyarakat dari berbagai suku dan surau tetangga di kawasan Sungai Sarik.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan, silaturahmi, dan kebersamaan masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Usai rangkaian kegiatan, panitia melaksanakan penghitungan dana yang terkumpul dari amplop sumbangan dan Bungolago atau Gajombong. Penghitungan dilakukan secara teliti, terbuka, dan disaksikan oleh anggota panitia serta Ninik Mamak sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana Maulid Nabi Surau Sikumbang Bisati, Bujang Supandi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, Ninik Mamak, tokoh masyarakat, para tamu undangan, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Maulid Nabi tidak hanya dilihat dari kemeriahan acara maupun dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari semakin kuatnya rasa persaudaraan dan meningkatnya semangat masyarakat dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan.
Setelah proses penghitungan dana selesai, Panitia Pelaksana Maulid Nabi Surau Sikumbang Bisati secara resmi dibubarkan. Prosesi tersebut diawali dengan penghitungan dan penyampaian hasil pertanggungjawaban dana bersama anggota panitia serta disaksikan Ninik Mamak.
Dana yang terkumpul, termasuk sumbangan melalui Gajombong dari berbagai suku dan surau tetangga di Sungai Sarik, menunjukkan dukungan masyarakat yang cukup besar. Hal ini menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong dan persatuan antarunsur masyarakat dalam menyukseskan kegiatan keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Panitia Pelaksana bersama Silang Supangka juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin dan tamu undangan apabila selama pelaksanaan Maulid Nabi terdapat kesalahan, kekurangan, maupun hal-hal yang kurang berkenan.
Permohonan maaf tersebut menjadi bagian dari upaya panitia untuk terus melakukan evaluasi dan belajar dari pengalaman, sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi dengan seluruh masyarakat.
Pelaksanaan Maulid Nabi di Surau Sikumbang Bisati tahun ini dinilai berhasil tidak hanya karena kemeriahan kegiatan, tetapi juga karena mampu menghadirkan kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta mendorong peningkatan keimanan masyarakat.
Tradisi Hoyak Bungolago menjadi salah satu momentum yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai suku dan lingkungan surau. Sementara itu, proses penghitungan dana secara terbuka dan disaksikan Ninik Mamak menjadi contoh pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kegiatan kemasyarakatan.
Bujang Supandi selaku Ketua Pelaksana turut mendapat apresiasi atas kepemimpinannya dalam menggerakkan panitia dan masyarakat sehingga seluruh rangkaian kegiatan Maulid Nabi dapat terlaksana dengan lancar.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, panitia berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan menjadi kekuatan masyarakat dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di masa mendatang.
Penulis (AmriPilko)
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan, silaturahmi, dan kebersamaan masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Usai rangkaian kegiatan, panitia melaksanakan penghitungan dana yang terkumpul dari amplop sumbangan dan Bungolago atau Gajombong. Penghitungan dilakukan secara teliti, terbuka, dan disaksikan oleh anggota panitia serta Ninik Mamak sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana Maulid Nabi Surau Sikumbang Bisati, Bujang Supandi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, Ninik Mamak, tokoh masyarakat, para tamu undangan, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Maulid Nabi tidak hanya dilihat dari kemeriahan acara maupun dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari semakin kuatnya rasa persaudaraan dan meningkatnya semangat masyarakat dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan.
Setelah proses penghitungan dana selesai, Panitia Pelaksana Maulid Nabi Surau Sikumbang Bisati secara resmi dibubarkan. Prosesi tersebut diawali dengan penghitungan dan penyampaian hasil pertanggungjawaban dana bersama anggota panitia serta disaksikan Ninik Mamak.
Dana yang terkumpul, termasuk sumbangan melalui Gajombong dari berbagai suku dan surau tetangga di Sungai Sarik, menunjukkan dukungan masyarakat yang cukup besar. Hal ini menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong dan persatuan antarunsur masyarakat dalam menyukseskan kegiatan keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Panitia Pelaksana bersama Silang Supangka juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin dan tamu undangan apabila selama pelaksanaan Maulid Nabi terdapat kesalahan, kekurangan, maupun hal-hal yang kurang berkenan.
Permohonan maaf tersebut menjadi bagian dari upaya panitia untuk terus melakukan evaluasi dan belajar dari pengalaman, sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi dengan seluruh masyarakat.
Pelaksanaan Maulid Nabi di Surau Sikumbang Bisati tahun ini dinilai berhasil tidak hanya karena kemeriahan kegiatan, tetapi juga karena mampu menghadirkan kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta mendorong peningkatan keimanan masyarakat.
Tradisi Hoyak Bungolago menjadi salah satu momentum yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai suku dan lingkungan surau. Sementara itu, proses penghitungan dana secara terbuka dan disaksikan Ninik Mamak menjadi contoh pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kegiatan kemasyarakatan.
Bujang Supandi selaku Ketua Pelaksana turut mendapat apresiasi atas kepemimpinannya dalam menggerakkan panitia dan masyarakat sehingga seluruh rangkaian kegiatan Maulid Nabi dapat terlaksana dengan lancar.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, panitia berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan menjadi kekuatan masyarakat dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di masa mendatang.
Penulis (AmriPilko)
