KARAWANG,TAMPAHAN.COM– Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang melalui audiensi bersama Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Senin (11/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas berbagai program pembinaan warga binaan, mulai dari ketahanan pangan, layanan kesehatan, rehabilitasi sosial hingga akses pekerjaan bagi warga binaan yang telah bebas.
Dalam audiensi itu, Ma’ruf Prasetyo juga menyampaikan rencana kunjungan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto ke Lapas Kelas IIA Karawang dalam waktu dekat.
Kunjungan tersebut dijadwalkan untuk meninjau program Ketahanan Pangan dan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan di lingkungan lapas.
Ma’ruf mengatakan, pihaknya ingin menjadikan lapas tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sarana membangun kemandirian warga binaan.
“Kami ingin Lapas bukan lagi dianggap sebagai tempat akhir, melainkan tempat memulai hidup yang baru,” ujar Ma’ruf Prasetyo.
Ia menegaskan, pembinaan di lapas harus mampu memberikan harapan baru bagi warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
“Warga binaan harus punya keterampilan, punya harapan, dan merasa diterima kembali ketika selesai menjalani masa pidana,” katanya.
Ma’ruf juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap berbagai program pembinaan di Lapas Kelas IIA Karawang.
“Dukungan Bupati Karawang melalui akses kesehatan hingga lapangan kerja via Go Karawang adalah bentuk nyata kepedulian terhadap proses kembalinya warga binaan ke masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Lapas Kelas IIA Karawang. Menurutnya, warga binaan tetap merupakan bagian dari masyarakat yang harus mendapat perhatian dan kesempatan untuk memperbaiki masa depan.
“Warga binaan juga bagian dari masyarakat Karawang. Mereka harus mendapatkan kesempatan untuk bangkit dan kembali hidup produktif,” kata Aep.
Aep menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung penuh program pembinaan yang dijalankan di Lapas Karawang, termasuk di bidang kesehatan, rehabilitasi sosial, hingga penyaluran kerja bagi warga binaan setelah bebas.
“Kami di Pemkab Karawang tentu mendukung program-program pembinaan di Lapas. Harapan kami, setelah bebas nanti mereka bisa kembali bekerja, mandiri, dan diterima dengan baik di lingkungan masyarakat,” ujar Aep.
Ia juga memastikan pemerintah daerah akan terus berkolaborasi dengan Lapas Karawang untuk menciptakan pembinaan yang berdampak nyata bagi warga binaan.
“Kalau mereka memiliki keterampilan dan kesempatan kerja, tentu akan lebih mudah untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Karawang menyatakan dukungan terhadap sejumlah program strategis di Lapas Karawang, di antaranya menjamin ketersediaan obat Tuberkulosis (TB) melalui koordinasi dengan puskesmas, mendukung pengembangan unit usaha laundry sebagai sarana pelatihan kerja, serta memperkuat program rehabilitasi sosial bagi warga binaan kasus narkotika.
Selain itu, warga binaan yang akan bebas juga akan diarahkan mendapatkan akses pekerjaan melalui aplikasi Go Karawang sebagai bagian dari reintegrasi sosial.
Pertemuan tersebut membahas berbagai program pembinaan warga binaan, mulai dari ketahanan pangan, layanan kesehatan, rehabilitasi sosial hingga akses pekerjaan bagi warga binaan yang telah bebas.
Dalam audiensi itu, Ma’ruf Prasetyo juga menyampaikan rencana kunjungan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto ke Lapas Kelas IIA Karawang dalam waktu dekat.
Kunjungan tersebut dijadwalkan untuk meninjau program Ketahanan Pangan dan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan di lingkungan lapas.
Ma’ruf mengatakan, pihaknya ingin menjadikan lapas tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sarana membangun kemandirian warga binaan.
“Kami ingin Lapas bukan lagi dianggap sebagai tempat akhir, melainkan tempat memulai hidup yang baru,” ujar Ma’ruf Prasetyo.
Ia menegaskan, pembinaan di lapas harus mampu memberikan harapan baru bagi warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
“Warga binaan harus punya keterampilan, punya harapan, dan merasa diterima kembali ketika selesai menjalani masa pidana,” katanya.
Ma’ruf juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap berbagai program pembinaan di Lapas Kelas IIA Karawang.
“Dukungan Bupati Karawang melalui akses kesehatan hingga lapangan kerja via Go Karawang adalah bentuk nyata kepedulian terhadap proses kembalinya warga binaan ke masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Lapas Kelas IIA Karawang. Menurutnya, warga binaan tetap merupakan bagian dari masyarakat yang harus mendapat perhatian dan kesempatan untuk memperbaiki masa depan.
“Warga binaan juga bagian dari masyarakat Karawang. Mereka harus mendapatkan kesempatan untuk bangkit dan kembali hidup produktif,” kata Aep.
Aep menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung penuh program pembinaan yang dijalankan di Lapas Karawang, termasuk di bidang kesehatan, rehabilitasi sosial, hingga penyaluran kerja bagi warga binaan setelah bebas.
“Kami di Pemkab Karawang tentu mendukung program-program pembinaan di Lapas. Harapan kami, setelah bebas nanti mereka bisa kembali bekerja, mandiri, dan diterima dengan baik di lingkungan masyarakat,” ujar Aep.
Ia juga memastikan pemerintah daerah akan terus berkolaborasi dengan Lapas Karawang untuk menciptakan pembinaan yang berdampak nyata bagi warga binaan.
“Kalau mereka memiliki keterampilan dan kesempatan kerja, tentu akan lebih mudah untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Karawang menyatakan dukungan terhadap sejumlah program strategis di Lapas Karawang, di antaranya menjamin ketersediaan obat Tuberkulosis (TB) melalui koordinasi dengan puskesmas, mendukung pengembangan unit usaha laundry sebagai sarana pelatihan kerja, serta memperkuat program rehabilitasi sosial bagi warga binaan kasus narkotika.
Selain itu, warga binaan yang akan bebas juga akan diarahkan mendapatkan akses pekerjaan melalui aplikasi Go Karawang sebagai bagian dari reintegrasi sosial.
Edito; IKA
