![]() |
Kapolres Banjar AKBP Tyas Puji Rahardi, S.I.K., CPHR. menyampaikan bahwa pelaksanaan panen jagung di wilayah Kota Banjar dilakukan pada lahan seluas kurang lebih 5 hektare yang tersebar di enam titik lokasi, salah satunya berada di Desa Raharja.
“Untuk wilayah Kota Banjar, panen raya jagung hari ini dilaksanakan di enam titik dengan total luasan sekitar lima hektare. Salah satunya berada di Desa Raharja,” ujar AKBP Tyas Puji Rahardi, S.I.K., CPHR.
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, panen jagung di Desa Raharja melibatkan satu kelompok tani sebagai bentuk sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, sehingga bangsa Indonesia mampu mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjar H. Sudarsono menyampaikan bahwa kegiatan hari ini mencakup dua agenda utama, yakni pelaksanaan Panen Raya Jagung tingkat nasional serta penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat kepada kelompok tani.
“Hari ini ada dua kegiatan. Pertama, pelaksanaan Panen Raya Jagung se-Indonesia yang diikuti melalui zoom meeting bersama Bapak Kapolri. Kedua, penyerahan alsintan berupa traktor roda empat kepada kelompok tani,” jelas Wali Kota Banjar.
Terkait potensi pertanian, Wali Kota Banjar menyebutkan bahwa secara keseluruhan Kota Banjar memiliki potensi lahan jagung hingga sekitar 20 hektare, sebagian di antaranya saat ini tengah memasuki masa panen. Hasil panen jagung tersebut nantinya akan langsung disalurkan ke Bulog.
Ke depan, Pemerintah Kota Banjar berkomitmen untuk terus mengoptimalkan lahan-lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, baik lahan sawah maupun lahan kering, agar dapat ditanami komoditas pangan strategis seperti jagung dan tanaman produktif lainnya.
“Lahan-lahan yang belum termanfaatkan akan kita dorong untuk ditanami, baik jagung maupun komoditas lain. Bahkan dari OJK juga ada dukungan untuk penanaman pisang dan komoditas produktif lainnya,” pungkasnya.(RD)
