TAPANULI SELATAN, tampahan.com - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) resmi melangkah ke tahap lanjutan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir Batangtoru. Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan huntap bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Senin ( 05/01/2026 ).
Penandatanganan ini menandai dimulainya proses pembangunan 227 unit rumah yang diperuntukkan bagi warga terdampak banjir besar di daerah aliran Sungai (DAS) Batangtoru. Sebelumnya, tahapan peletakan batu pertama telah dilakukan sebagai simbol dimulainya pembangunan.
Ratusan huntap tersebut akan dibangun di Dusun Taman Sari, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, di atas lahan seluas lima hektare milik PTPN IV Regional I, Kebun Hapesong Afdeling II.
Bupati Gus Irawan menyampaikan, meski dalam kontrak pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan, pihaknya berharap hunian tersebut dapat rampung lebih cepat agar segera ditempati warga.
“Perjanjian hari ini sudah ditandatangani dengan pihak kontraktor. Walaupun dalam kontrak empat bulan, saya berharap dalam dua bulan sudah bisa ditempati warga, sebelum Idul Fitri. Itu harapan dan impian saya. Mohon doanya,” ujar Gus Irawan.
Bupati menambahkan, pembangunan huntap akan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak di lapangan. Optimisme penyelesaian lebih cepat juga didukung oleh kesiapan kontraktor dan komitmen percepatan pembangunan.
“Mudah-mudahan cuaca mendukung. Teman-teman optimistis bisa menyelesaikan dalam waktu dua bulan. Kita tidak ingin terpaku pada waktu empat bulan, karena yang terpenting warga bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak,” katanya.
Namun demikian, Gus Irawan juga mengakui adanya potensi kendala selama proses pembangunan, terutama terkait akses jalan menuju lokasi huntap yang sempit dan rawan licin saat hujan. ( Samsul Hasibuan )
