TAMPAHAN.com Bekasi- Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan bina Kontruksi sedang gencar- gencarnya merealisasikaan pembangunan. namun sangat di sayangkan salah satu kegiatan normalisasi sungai Utan gedong arah pondok dua, di duga di kerjakan asal Jadi.
Pantauan media di lokasi proyek tersebut yang menelan anggaran hingga Ratusan juta terlihat asal jadi, lantaran lemahnya pengawas dari dinas terkait, seharusnya pengawas atau konsultan ada di lokasi pekerjaan akan tetapi tidak satupun yang ada di lokasi pekerjaan. Sabtu.02/09/2023.
"Akibat lemahnya pengawasan terciptalah pekerjaan yang tidak baik, kalau saya liat pengawas dan konsultan ini gak tegas keliatan lembek,"ucap Dian Suratman LSM Baladaya.
Menurut Dian Suratman, kegiatan tersebut sangat tidak pantas dan tidak patut.Kata Ia menyarankan kepada pengawas dan konsultan harus bertindak tegas jangan sampai pengawas dan konsultan diatur sama kontraktor.
Adanya dugaan kerja sama dengan pihak dinas terkait, ada nya manipulas dan di duga kuat sudah di atur skanario nya. antara pihak PT selaku pelaksana kegiatan dan keterlibatan pihak dinas. Karena terlihat lemahnya pengawasan bahkan pengawas dan konsultan selalu menghindar.
Dengan amburadul nya kegiatan tersebut, kegiatan Normalisasi utan gedung yang dikerjakan oleh PT KARYA PRASYA PRATAMA. yang dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi ( DSDABMBK ) Tahun 2023 yang menelan anggaran sebesar Rp 455.877.500.00. namun pelaksanaan kegiatannya sangat Amatiran.
Sampai berita ini ditayangkan Dinas terkait belum bisa dihubungi.(Aceng)

