BANJAR(TAMPAHAN.COM)Potensi gesekan antara pekerja perkebunan dan pihak penggarap lahan menjadi perhatian dalam pertemuan silaturahmi Kapolsek Pataruman dengan Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PTPN I Regional II Batulawang, Senin (2/11/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Mie Ayam Om Pay, Dusun Sinargalih, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, itu menjadi ruang komunikasi untuk membahas situasi di lingkungan perkebunan sekaligus mencari langkah pencegahan agar persoalan di lapangan tidak berkembang menjadi konflik terbuka.
Kapolsek Pataruman IPTU Hermawan, S.Pd.I. hadir bersama jajaran kepolisian dan bertemu langsung dengan Manajer PTPN Yayan Ariatno, Asisten Tata Usaha Ade Achmad, serta perwakilan SPBUN Wawan Setiawan. Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pihak diajak menjaga komunikasi dan menyampaikan informasi secara terbuka apabila muncul persoalan di lapangan.
Salah satu perhatian yang dibahas adalah potensi gesekan antara SPBUN dengan SPP sebagai pihak penggarap lahan. Kepolisian menyampaikan rencana penempatan patroli di lokasi yang dinilai rawan, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan intimidasi, pembakaran lahan, maupun persoalan bangunan liar yang dapat memicu ketegangan.
Kapolsek Pataruman IPTU Hermawan, S.Pd.I. menegaskan bahwa setiap pihak perlu mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum. Karena itu, penanganan persoalan harus dilakukan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait, bukan dengan tindakan yang justru memperbesar perselisihan.
“Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan komunikasi. Apabila ada kejadian atau gesekan di lapangan, segera sampaikan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan justru berkembang menjadi konflik,” ujarnya.
Silaturahmi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara kepolisian, manajemen perkebunan dan serikat pekerja. Di tengah adanya persoalan di lapangan, komunikasi yang terbuka serta penanganan sesuai ketentuan hukum diharapkan dapat menjaga situasi tetap terkendali dan mencegah munculnya konflik yang merugikan semua pihak.(RD)
