Asahan(TAMPAHAN.COM),19 Februari 2026 Pelayanan Puskesmas Sidodadi, Kabupaten Asahan, menuai kecaman publik setelah seorang pasien lanjut usia berumur 78 tahun yang telah dinyatakan positif malaria berdasarkan hasil laboratorium, justru mengalami kesulitan mendapatkan obat yang dibutuhkan.
Menurut keterangan keluarga pasien, hasil pemeriksaan laboratorium sudah menunjukkan positif malaria. Namun saat hendak mengambil obat, pasien tidak langsung mendapatkannya.
Pihak puskesmas disebut meminta pasien mengurus administrasi tambahan yang dinilai berbelit-belit.
“Orang tua kami sudah 78 tahun dan saat ini kondisinya Demam dan Menggigil, hasil Lab sudah jelas positif malaria, tapi obat tidak diberikan. Justru Kami malah disuruh bolak-balik urus administrasi. Padahal kondisinya sudah lemah,” ujar keluarga pasien.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu, 18 februari 2026 sekitar pukul 12 Siang, Kondisi ini membuat warga menjadi cemas karena malaria merupakan penyakit serius yang membutuhkan penanganan cepat, terlebih pada pasien lanjut usia yang sangat rentan mengalami komplikasi.
Warga menilai alasan ketiadaan obat dan proses administrasi yang panjang tidak dapat dibenarkan ketika pasien sudah terdiagnosis jelas. Mereka menduga ada persoalan serius dalam manajemen pelayanan dan pengelolaan obat di Puskesmas Sidodadi kisaran tersebut.
“INI BUKAN SOAL SELEMBAR KERTAS ADMINISTRASI, INI SOAL NYAWA MANUSIA" Pasien sudah lansia dan positif malaria, tapi malah dipersulit. Ini pelayanan macam apa?” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan segera turun langsung memeriksa Puskesmas Sidodadi, khususnya terkait ketersediaan obat malaria dan prosedur pelayanan terhadap pasien sakit berat dan lansia.
Warga juga meminta agar pihak-pihak yang bertanggung jawab di Puskesmas Sidodadi diberikan sanksi tegas apabila terbukti lalai atau sengaja memperlambat pelayanan pasien.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa "PELAYANAN KESEHATAN TIDAK BOLEH KALAH OLEH BIROKRASI" Puskesmas seharusnya menjadi tempat penyelamatan pasien, bukan tempat pasien dipingpong dengan alasan administrasi saat nyawanya dipertaruhkan.
Masyarakat Asahan menuntut Pemerintahan Kabupaten Asahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, manusiawi, dan berpihak pada pasien, bukan pada meja administrasi.(Jangga s)

