CIKARANG SELATAN —Tampahan.com Pemerintah Kecamatan Cikarang Selatan meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Kabupaten Bekasi. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran Desa Tangguh Bencana (Destana).
Sekretaris Camat Cikarang Selatan, Udung Budiawan, memastikan hingga saat ini wilayah Kecamatan Cikarang Selatan masih dalam kondisi aman dari bencana banjir.
“Alhamdulillah, sampai saat ini di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan nihil kejadian banjir,” ujar Udung Budiawan, ditemui pada Selasa (20/01/2026).
Meski demikian, Udung menyampaikan terdapat beberapa kejadian dampak cuaca ekstrem, di antaranya kerusakan atap bangunan SMPN 3 serta pergerakan tanah di Desa Serang, tepatnya di kawasan Perumahan Imanan. Menyikapi hal tersebut, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak pengembang perumahan.
“Pihak pengembang telah menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab dan menyiapkan penanganan berupa pembangunan bronjong sebagai langkah pengamanan area terdampak,” jelasnya.
Udung juga menghimbau seluruh jajaran pemerintahan desa hingga tingkat RT untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, upaya mitigasi perlu dilakukan secara bersama melalui peran aktif masyarakat, termasuk menjaga kebersihan saluran air dan drainase lingkungan.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Serang, Achmad Fadilah, menjelaskan bahwa wilayah Desa Serang secara umum tidak memiliki potensi banjir, meskipun terdapat genangan air bersifat sementara di sejumlah titik perumahan dengan kontur lebih rendah.
“Genangan biasanya terjadi ketika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung sekitar 40 hingga 60 menit, namun bersifat sementara dan umumnya surut dalam waktu kurang lebih 30 menit,” ujar Achmad.
Terkait pergerakan tanah di kawasan Perumahan Imanan, Achmad menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik tanah merah yang gembur, khususnya di area bantaran Sungai Cikadu. Pada hari kejadian, pemerintah desa bersama tim langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak pengembang.
“Selain dukungan dari pihak pengembang, Pemerintah Desa Serang juga berupaya memberikan kontribusi dalam penanganan pergerakan tanah melalui koordinasi penyediaan bronjong, termasuk mengajukan dukungan program CSR dari perusahaan di wilayah sekitar untuk penanganan infrastruktur terdampak lainnya,” tegas Achmad.
Lebih lanjut, Achmad menambahkan bahwa Desa Serang telah mengoptimalkan peran Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai garda terdepan penanganan di tingkat desa. Tim Destana bertugas melakukan pemantauan kondisi cuaca, menerima laporan warga, serta melakukan respon cepat terhadap genangan air maupun kejadian pergerakan tanah.
“Ketika hujan berlangsung cukup lama, laporan langsung masuk dan tim segera bergerak ke lapangan untuk penanganan awal,” pungkasnya.
alhidayah
Sekretaris Camat Cikarang Selatan, Udung Budiawan, memastikan hingga saat ini wilayah Kecamatan Cikarang Selatan masih dalam kondisi aman dari bencana banjir.
“Alhamdulillah, sampai saat ini di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan nihil kejadian banjir,” ujar Udung Budiawan, ditemui pada Selasa (20/01/2026).
Meski demikian, Udung menyampaikan terdapat beberapa kejadian dampak cuaca ekstrem, di antaranya kerusakan atap bangunan SMPN 3 serta pergerakan tanah di Desa Serang, tepatnya di kawasan Perumahan Imanan. Menyikapi hal tersebut, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak pengembang perumahan.
“Pihak pengembang telah menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab dan menyiapkan penanganan berupa pembangunan bronjong sebagai langkah pengamanan area terdampak,” jelasnya.
Udung juga menghimbau seluruh jajaran pemerintahan desa hingga tingkat RT untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, upaya mitigasi perlu dilakukan secara bersama melalui peran aktif masyarakat, termasuk menjaga kebersihan saluran air dan drainase lingkungan.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Serang, Achmad Fadilah, menjelaskan bahwa wilayah Desa Serang secara umum tidak memiliki potensi banjir, meskipun terdapat genangan air bersifat sementara di sejumlah titik perumahan dengan kontur lebih rendah.
“Genangan biasanya terjadi ketika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung sekitar 40 hingga 60 menit, namun bersifat sementara dan umumnya surut dalam waktu kurang lebih 30 menit,” ujar Achmad.
Terkait pergerakan tanah di kawasan Perumahan Imanan, Achmad menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik tanah merah yang gembur, khususnya di area bantaran Sungai Cikadu. Pada hari kejadian, pemerintah desa bersama tim langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak pengembang.
“Selain dukungan dari pihak pengembang, Pemerintah Desa Serang juga berupaya memberikan kontribusi dalam penanganan pergerakan tanah melalui koordinasi penyediaan bronjong, termasuk mengajukan dukungan program CSR dari perusahaan di wilayah sekitar untuk penanganan infrastruktur terdampak lainnya,” tegas Achmad.
Lebih lanjut, Achmad menambahkan bahwa Desa Serang telah mengoptimalkan peran Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai garda terdepan penanganan di tingkat desa. Tim Destana bertugas melakukan pemantauan kondisi cuaca, menerima laporan warga, serta melakukan respon cepat terhadap genangan air maupun kejadian pergerakan tanah.
“Ketika hujan berlangsung cukup lama, laporan langsung masuk dan tim segera bergerak ke lapangan untuk penanganan awal,” pungkasnya.
alhidayah
