Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Diduga Akibat Lambatnya Penanganan Jalan Longsor di Hiliana'a Gomo, Harga Beras Naik Melambung

Rabu, 25 Oktober 2023 | Rabu, Oktober 25, 2023 WIB Last Updated 2023-10-25T13:13:00Z

Nias Selatan, Tampahan.com - Diduga akibat lambatnya penanganan jalan yang putus total akibat longsor yang terjadi di Dusun 1 Desa Hiliana'a Gomo Kecamatan Gomo Kabupaten Nias Selatan (Nisel) Provinsi Sumatera Utara tanggal 15 Oktober 2023 yang lalu, harga kebutuhan pokok di 12 Desa mengalami kenaikan, hal ini disampaikan Restifal Telaumbanua, S.Pdk yang juga salah seorang tokoh Pemuda Hiliana'a Gomo kepada Media ini saat dihubungi melalui via seluler, Selasa (24/10/2023).

Akibat putusnya jalan tersebut sangat berdampak pada perekonomian masyarakat, ada kenaikan harga pokok, dimana mulai dari Desa Hiliana'a menuju Desa Kecamatan Boronadu dari sebelumnya harga beras hanya Rp. 30.000 per takaran dan saat ini naik menjadi Rp. 40.000 per takaran, tambahnya.


Ia mengungkapkan, setidaknya ada 12 Desa yang terisolir akibat longsor jalan tersebut dan terimbas kenaikan harga kebutuhan pokok, ujarnya.


Restifal Telaumbanua menjelaskan, Longsor itu dimulai sejak 2021 yang lalu, dan pernah disampaikan kepada Kades untuk segera ditangani guna mencegah longsor total, jelasnya.


Namun, hingga kejadian itu kemarin seakan - akan pemerintah desa tidak peduli, sehingga terjadilah longsor itu di Dusun Desa Hiliana'a Gomo Kecamatan Gomo akibat luapan sungai Gomo, tandasnya.


Badan jalan putus total kata dia, sekitar 100 meter, dan tiang dan travo listrik hanyut sehingga jalan penghubung Kecamatan Boronadu dan Gomo Putus Total.


Kata dia, pada saat kejadian itu, pihaknya cari jalan alternatif bagaimana caranya bisa lewat kendaraan dan langsung turun lapangan, puji Tuhan bisa dilalui kendaraan roda dua.


Pada hari Seninnya, (17/10/2023), Wakil Bupati Nisel turun dan menyampaikan bahwa longsor itu segera ditangani, hanya butuh proses menghitung simulasinya, berapa biaya yang dibutuhkan, dan bagaimana cara penanganannya, karena tidak segampang membalikkan telapak tangan, itu pesan Wabup yang didampingi Kepala BPBD, Kadis PUPR Nisel, Sekdin PUPR dan jajarannya, Jelas Restifal mengutip ucapan Wabup.


Dan saat itu kami masyarakat menyambut baik apa yang disampaikan Wabup, walaupun apa yang disampaikan itu belum tiba di lokasi dan itu wajib kami menunggu untuk menangani jalan tersebut.


Beberapa hari setelah kejadian itu, kami sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh sejumlah tokoh Pemuda Boronadu dan Para Siswa SMK Negeri 1 Boronadu dan SMA Negeri 2 Gomo dan beberapa masyarakat Hiliana'a Gomo turut ambil bagian melaksanakan Gotong royong untuk mengalihkan arus sungai dan saat itu bisa dilewati kendaraan roda dua, tapi akibat banjir kemeren kembali dihanyutkan batu - batu itu.


Ia berharap supaya jalan itu segera ditangani oleh Pemerintah Daerah dan Desa, supaya rumah warga disekitaran longsor itu tidak longsor


Sampai saat ini usai jalan putus total itu belum ada tanda - tanda perbaikan, contohnya alat berat belum ada dan belum ada yang turun kelokasi, pungkasnya.


Bukan hanya perekonomian yang terganggu, bahkan  proses belajar mengajar dan pelayanan kesehatan masyarakat ikut terganggu.


Ia mengungkapkan, Apabila pemerintah tidak segera menangani jalan itu, maka akan melambung harga kebutuhan pokok, dan akan mengakibatkan rumah warga disekitar jalan itu longsor, dan bisa saja mengancam korban jiwa karena kita tidak bisa memprediksi kapan terjadi banjir itu.


Akibat lambatnya penanganan jalan yang putus itu, masyarakat sangat kecewa Pemerintah terutama kepada Pemerintah Daerah Nisel dan Pemerintah Desa, tandasnya.


Masyarakat berharap supaya pemerintah daerah segera menangani itu, terutama melakukan normalisasi sungai dan selanjutnya bisa dibangun secara permanen, seperti TPT dan bronjong, tutupnya.

(**rg).

×
Berita Terbaru Update

Teks ini tidak bisa dicopy.